TEMPE Makanan Ndeso Kini Go Internasional

159

RADARINDO.co.id-Medan: Tempe siapa yang tak kenal. Pasti semua suka makan Tempe. Bahkan sejumlah rumah makan atau kuliner selalu menyajikan makanan tempe dengan beragam cita rasa.

Untuk memanjakan lidah konsumen, tidak jarang kuliner meracik makanan yang terbuat dari kacang kedele ini menjadi hidangan tempe goreng, bacem, serta campuran sayur.

Tempe sudah menjadi makanan selerah semua orang tanpa mengenal usia dan status. Selain lezat juga kaya akan kandunganan protein.

Meski kesanya sebagai makanan ndeso namun kini tempe asal Indonesia justru gemari sejumlah mancanegara.

Bahkan, salah satu negara yang mencoba ekspansi sajian tempe, menjadi menu utama. Sebelumnya media BBC News memberitakan William Mitchell, seorang warga negara Inggris yang membuka warung tempe di London.

Mengolah tempe dengan berbagai resep dan rempah citarasa negaranya dan menceritakan suka dukanya mengolah Tempe di negara Inggris yang mempunyai iklim dingin.

Kini Indonesia untuk pertama kalinya punya pabrik tempe di China. Pabrik tersebut didirikan oleh pengusaha Venny Hariyanti.

Di pasarkan di China dengan merk dagang Rusto Tempeh. Berbendera Seastar Foods Co Ltd sebagai badan hukum perusahaan, untuk proses produksinya berada di kawasan food processing di Songjiang Distric, Shanghai yang diresmikan, Selasa (19/1) lalu.

Selama ini keberadaan Tempe Indonesia, sudah ada di lebih dari 20 negara. Diantaranya Korea Selatan, Jepang, Meksiko dan Amerika Serikat
Usaha tersebut dilakukan warganegara asal yang pernah berkunjung ke Indonesia dan melihat bahwa Tempe mempunyai prospek nilai jual yang bagus bila dipasarkan di negaranya.

Pola makan yang sehat dan vegetarian menjadikan Tempe akan semakin mendunia.
Selain itu ada juga yang hanya sebatas trader mengimpor langsung dari Indonesia.
Sepertinya halnya di China, selama ini Tempe dipasarkan secara online lewat Alibaba.com dan Taobao.

“Seastar Foods menyampaikan apresiasi dan merasa bangga kepada pihak pimpinan perusahaan dan timnya yang sudah berhasil membuka jalan dalam mempromosikan tempe sebagai makanan khas Indonesia di pasar China melalui Shanghai,” kata Duta Besar RI untuk China, Djauhari Oratmangun dalam keterangan tertulis yang di kutip oleh awak media RADARINDO.co.id dari kantor berita Antara. Kamis (21/1/2021).

“Kami mengharapkan dukungan besar dari seluruh masyarakat Indonesia di Shanghai, baik dari KJRI, para pengusaha dan perwakilan perusahaan Indonesia di Shanghai, serta para pelajar dan mahasiswa serta seluruh kalangan diaspora pemerhati Indonesia yang menjadi roda pendorong dan mempromosikan tempe di kalangan masyarakat Tiongkok,” ungkapnya.

Tempe yang historisnya makanan ndeso, namun selerah kuto. Kini Tempe makanan Ndeso namun sudah go internasional. Selamat mencoba, Tempe. (KRO/RD/Budi.S)