UI Ciptakan Alat Atasi Candu Internet

200 views

RADARINDO.co.id – DEPOK : Kalangan orangtua yang dewasa ini kesulitan mengatasi kalangan millenial yang kecanduan internet mendapatkan berita gembira. Pasal­nya, penemuan terbaru dari di Universitas Indonesia (UI) telah ditemu­kan alat yang dapat mengatasi kecan­duan internet.

Adapun alat tersebut ditemukan oleh tiga mahasiswa UI yang berhasil menciptakan “Nettox Watch” yaitu se­buah gadget jam tangan pintar (smart­watch) yang dibuat dengan tujuan me­ngatasi masalah ketergantungan akan internet yang tengah ber­kembang di ka­langan generasi milenial.

“Nettox Watch dapat mendeteksi tingkat penurunan variabilitas detak jantung dan mencatat waktu aktivitas internet pengguna secara real-time, sehingga dapat memunculkan peri­ngatan akan penurunan kesehatan akibat penggunaan internet berle­bih­an,” kata salah seorang mahasiswa UI yang menciptakan Nettox watch di kampus UI Depok, Kamis (22/8).

Ketiga mahasiswa tersebut adalah Irfan Budi Satria (Teknik Elektro Tahun Angkatan 2016 Fakultas Teknik (FTUI)), Nabila Ayu Budianti (Biologi 2016 Fakultas MIPA (FMI­PA)) dan Alhuda Reza Mahara (Tek­nik Komputer 2016 FTUI) di bawah bimbingan dosen FTUI Dr.Eng Arief Udhiarto.


Teknologi yang digunakan dalam Nettox Watch adalah terapi berbasis “Biofeedback”, yaitu menggunakan sinyal-sinyal biologis tubuh untuk memberikan peringatan kesehatan kepada pengguna yang menggunakan internet pada Smartphone secara berlebihan karena hal tersebut me­miliki dampak negatif terhadap kesehatan, seperti penurunan varia­bilitas detak jantung (HRV).

Dia mengatakan, inspirasi membuat alat ini berawal dari melihat perangkat ‘wearable’ dengan sensor kesehatan yang kini semakin canggih, seperti Xiaomi Mi Band. Wearable Nettox ingin membawa teknologi ini semakin jauh dengan menggunakan data dari sensor untuk mengindikasi apakah pengguna mengalami penurunan kesehatan akibat penggunaan internet berlebihan.

“Saat ini kami telah membuat purwarupa dari Nettox Watch. Dalam penggunaan jam tangan pintar ini tentu akan berbeda pada masing-masing pengguna karena kami me­nam­bahkan fitur personalisasi berupa informasi kondisi fisik pengguna yang akan mempengaruhi bacaan variabilitas detak jantung, dan preferensi peng­guna untuk menerima feedback seperti apa (visual, auditori, kines­tetik) yang ingin diterima dari Nettox Watch,” katanya.

Dia mengharapkan, kolaborasi mahasiswa lintas jurusan yang menghasilkan Nettox Watch ini dapat men­jadi sebuah jam tangan pintar yang wearable yang cocok digunakan oleh para remaja generasi milenial dan juga membantu mereka untuk me­ngon­trol penggunaan internet mereka. (KRO/RD/ANS)