UPT SMPN 4 Siak Hulu Kabupaten Kampar Laksanakan Workshop Kupas Tuntas IKM

92

RADARINDO.co.id-Kampar : Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) mengeluarkan kebijakan dalam pengembangan Kurikulum Merdeka yang diberikan kepada satuan pendidikan sebagai opsi tambahan dalam rangka melakukan pemulihan pembelajaran selama 2022-2024. Kebijakan Kemendikbudristek terkait Kurikulum nasional akan dikaji ulang pada 2024 berdasarkan evaluasi selama masa pemulihan pembelajaran.

Baca juga : Wabup Batu Bara Minta PT. Bakrie Oleochemichal Berdayakan Putra Daerah

Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) yang ditawarkan oleh Kemendikbudristek memberikan keleluasaan kepada satuan pendidikan untuk menentukan pilihan berdasarkan angket kesiapan IKM yang mengukur bagaimana kesiapan guru dan tenaga kependidikan dalam pemulihan pembelajaran.

Kepala UPT SMPN 4 Siak Hulu M. Hujani S.Pd, diruang kerjanya mengatakan kepada Awak Media RADARINDO.co.id dalam hal ini untuk memberikan kesiapan para guru dengan melaksanakan workshop Kupas Tuntas Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) yang digelar selam 3 hari, dengan dilaksanakan 2 hari di UPT SMPN 4 Siak Hulu dan 1 hari disalah satu Hotel di Pekanbaru,” ucap Hujani.

Baca juga : Polres Sergai Amankan 6 Pengedar Narkoba Ratusan Pil Ekstasi dan Sabu

Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) ini mengacu pada Kurikulum 2013, masa sebelum dan pandemi. Kemendikbudristek mengeluarkan kebijakan penggunaan Kurikulum 2013 kemudian disederhanakan menjadi Kurikulum darurat yang memberikan kemudahan bagi satuan pendidikan dalam mengelolah pembelajaran jadi lebih mudah dengan subtansi materi yang esensial,” ucap Hujani.

Dalam pelaksanaan Workshop IKM dengan mengupas tuntas pembelajaran kurikulum 2013 untuk mempercepat pemulihan pembelajaran tahun 2022-2024 dengan kesiapan para guru dan tenaga kependidikan dalam melaksanakan pemulihan pembelajaran,” pungkas Hujani

Pada tahun 2024 menjadi penentuan kebijakan Kurikulum nasional berdasarkan evaluasi terhadap Kurikulum pada masa pemulihan pembelajaran. Evaluasi ini menjadi acuan Kemendikbudristek dalam mengambil kebijakan lanjutan pasca pemulihan pembelajaran. (KRO/RD/SM)