Usut Pengadaan Sapi TA2017 Rp3,4 Miliar Penyidik Periksa 28 Saksi

152

RADARINDO.co.id – Banda Aceh: Pengusutan kasus tindak pidana korupsi sudah selayaknya menggunakan metode luar biasa atau dengan cara pembuktian secara terbalik.

Aparat penegak hukum harus tegas, tanpa kompromi demi menyelamatkan keuangan negara dari praktek praktek hitam dan konspirasi orang orang jahat yang ingin memperkaya diri, merongrong uang rakyat.

Bagaimana mungkin rakyat hidup sejahtera jika anggaran untuk program rakyat malah di korup secara berjamaah.

Seperti pengadaan sapi di Aceh. Saat ini penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Aceh sudah meningkatkan pengusutan dugaan korupsi pengadaan sapi di Dinas Peternakan Aceh Rp3,4 miliar ke tahap penyidikan.

Kepala Bidang Humas Polda Aceh Kombes Pol Winardy di Banda Aceh, baru baru mengatakan peningkatan penanganan perkara ke tahap penyidikan tersebut setelah penyidik merampungkan hasil penyelidikan.

Winardy mengatakan pengadaan di Dinas Kesehatan Hewan dan Peternakan Aceh tersebut dianggarkan pada 2017. Jumlah anggarannya lebih dari Rp3,4 miliar.

“Penyidik sudah memeriksa 28 saksi dalam kasus tersebut. Saat ini proses pemeriksaan para pihak terkait terus berlangsung serta pengumpulan alat bukti. Jika penyidik menemukan dua alat bukti, maka akan diadakan gelar perkara penetapan tersangka,” katanya dengan tegas sesuai dilansir dari analisa.

Menyangkut kerugian negara, perwira menengah Polri tersebut mengatakan sedang dalam proses penghitungan auditor Badan Pengawas Keuangan Pembangunan (BPKP).

Kasus pengadaan sapi di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Dinas Peternakan Aceh mencuat ke publik pada Juni 2020.

Saat itu ditemukan ratusan sapi dari pengadaan tersebut kondisinya kurus. Padahal, anggaran untuk ratusan sapi di UPTD tersebut mencapai miliaran rupiah.

Sebelumnya, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Aceh Kombes Pol Margiyanta menyebutkan penyidik sudah memeriksa dan memintai keterangan para pihak terkait di antaranya rekanan pengadaan, penyedia jasa, panitia pengadaan, dan lainnya.

“Penyidik juga ke Bekasi, meminta keterangan penyuplai dan petugas kesehatan hewan. Sebab, sapi tersebut didatangkan dari Bekasi,” kata Margiyanta.

Selain di Bekasi, tim penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Aceh juga bergerak ke Banyuwangi, Jawa Timur, untuk menelusuri asal sapi kurus tersebut.

Penyidik ke Banyuwangi menggali informasi dengan memintai keterangan sejumlah pihak terkait pengadaan sapi tersebut.

Hingga berita ini dilansir, Pengguna Anggaran, Kuasa Pengguna Anggaran dan panitia pengadaan belum dapat dikonfirmasi. (KRO/RD/ans)