Usut Tujuh Paket Proyek PL dari Dua Dinas Provinsi Sumut di Kabupaten Simalungun

62

RADARINDO.co.id-Medan: DPP LSM Sidik Perkara mendesak aparat penegak hukum (APH) segera mengusut tujuh paket proyek penunjukan langsung (PL) dari dua dinas Provinsi Sumatera Utara (Provsu) tahun 2023 yang berada di Kabupaten Simalungun, yaitu tiga paket pekerjaan konstruksi dari Dinas Ketahanan Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura, dan empat paket dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), yang diduga pelaksanaannya terjadi penyimpangan.

Baca juga : PAD Pemprov Sumut “Bocor” Konon Lewat Dapur Sumur Kasur (2)

Hal itu dikatakan Ketua Umum LSM Sidik Perkara, Agus Harahap kepada media ini di Kopi Jhoni HDTI Medan, Rabu (19/6/2024).

“Kita minta APH untuk segera melakukan survei langsung ke masing-masing lokasi proyek. Kita menduga hasil akhir pekerjaan proyek-proyek tersebut tidak sesuai RAB. Hal itu terlihat dari kondisinya saat ini di lapangan,” ungkap Agus sembari menunjukkan sejumlah foto proyek yang terlihat berantakan.

Agus Harahap menjelaskan, ketiga lokasi pekerjaan Dinas Ketahanan Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura Provsu di Kabupaten Simalungun itu berada di Nagori Bayu Bagasan, Kecamatan Tanah Jawa, yaitu pekerjaan pengembangan pembangunan (rehabilitasi) jaringan irigasi tersier (irigari) desa, dengan anggaran sebesar Rp 99,6 juta.

Pekerjaan pengembangan pembangunan (rehabilitasi) jaringan irigasi tersier (irigasi) desa di Nagori Marubun Jaya, Kecamatan Tanah Jawa, dengan anggaran sebesar Rp 99,9 juta, dan pekerjaan pengembangan pembangunan (rehabilitasi) jaringan irigasi tersier (irigasi) desa di Nagori Bah Jambi III, Kecamatan Tanah Jawa, dengan anggaran sebesar Rp 99,3 juta.

Awal penandatanganan kontrak ketiga pekerjaan tersebut dilakukan pada tanggal 24 November 2023, dan selesai pada tanggal 1 Desember 2023.

Baca juga : Peran Serta Masyarakat Pemberian Penghargaan dalam Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi (3)

Sedangkan keempat paket pekerjaan konstruksi lagi dari Dinas PUPR Sumut yang juga berada di Kabupaten Simalungun, yaitu pekerjaan galian sediman pada saluran sekunder Muara Mulia sepanjang 2000 meter di Kecamatan Tanah Jawa Kabupaten Simalungun D.I Bah Tongguran, dengan anggaran sebesar Rp 196,1 juta.

Pekerjaan normalisasi saluran sekunder Kp 5 sepanjang 1500 meter, dan perbaikan pasangan 40 meter Kecamatan Pematang Bandar D.I Javacolonisasi/ Purbogondo (1.030 ha), dengan anggaran sebesar Rp 188,6 juta.

Pekerjaan normalisasi saluran induk Purbogondo sepanjang 1.400 meter, dan perbaikan pintu dua buah Kecamatan Bandar Kabupaten Simalungun D.I Javacolonisasi/ Purbogondo (1.030 ha), dengan anggaran sebesar Rp 189,2 juta.

Selanjutnya, pekerjaan normalisasi saluran sekunder sawa I sepanjang 1500 meter, perbaikan dua buah Kecamatan Panombean Pane Kabupaten Simalungun D.I Bah Korah II/Negeri Bisar (1.838 ha), dengan anggaran sebesar Rp 196,3 juta.

Agus Harahap menyebutkan ke tujuh paket pekerjaan PL tersebut diduga dikerjakan oleh satu perusahaan inisial TIO yang diduga alamat kantornya di Suka Dame, Kelurahan Urung Kompas, Kecamatan Rantau Selatan, Kabupaten Labuhanbatu.

Lebih lanjut Agus Harahap menyebutkan, awal penandatanganan keempat pekerjaan itu dilakukan pada tanggal 15 November 2023, dan selesai pada tanggal 16 November 2023.

Saat hal itu dikonfirmasi media ini melalui aplikasi WhatsApp kepada Razali selaku Kepala Dinas (Kadis) Ketahanan Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura Provsu, Rabu (19/6/2023), hingga berita ini online yang bersangkutan belum memberikan tanggapan.

(KRO/RD/02)