Viral, Dua Wanita Pemandu Karaoke Diceburkan ke Laut Hingga Ditelanjangi

243

RADARINDO.co.id – Padang : Sebuah video yang menayangkan dua wanita pemandu karaoke berusia berusia 19 tahun dan 24 tahun digiring beberapa pemuda di pantai lalu diceburkan, kemudian bajunya ditarik hingga membuat mereka telanjang, tersebar hingga viral di media sosial.

Melansir okezone, peristiwa tersebut terjadi di Pasir Putih Kambang, Kecamatan Lengayang, Kabupaten Pesisir Selatan, Sabtu (08/4/2023) lalu sekira pukul 23.00 WIB.

Baca Juga : Terpeleset Saat Letuskan Tembakan Peringatan, Peluru Polisi Kenai Pelaku Judi

Aksi anarki tersebut diduga adanya keresahan sejumlah warga terkait aktivitas salah satu kafe yang diduga masih membuka tempat hiburan malam, di bulan Ramadhan dengan menyediakan jasa pemandu lagu di kawasan tersebut.

Warga sekitar yang tidak menerima aktivitas tersebut, kemudian menggeruduk kafe dan mengarak seorang wanita ke tepi pantai serta memaksa melepaskan pakaiannya.

Dalam rekaman video terdengar suara seorang pemuda meminta untuk memandikan wanita tersebut ke ombak. Sementara wanita yang digiring tersebut sudah berupaya untuk minta tolong dan mengklarifikasi bahwa dia tidak melakukan apa-apa.

Menanggapi video tersebut, Bupati Pesisir Selatan, Rusma Yul Anwar angkat bicara dan meminta pihak Kepolisian untuk mengusut kasus tak terpuji itu. “Tindakan yang dilakukan itu diluar kewajaran dan tidak manusiawi. Saya telah menghubungi Kapolres untuk mengusut kasus ini. Walaupun mereka salah tapi tidak seperti itu tindakannya,” ujarnya, Rabu (12/4/2023).

Rusma juga meminta Kepolisian dan dan Satuan Polisi Pamong Praja merazia dan menyisir semua cafe-cafe yang beraktivitas di daerahnya apalagi ini merupakan bulan suci Ramadhan 1444 H/2023 M, sehingga akan mengganggu kenyamanan bagi masyarakat yang akan melaksanakan ibadah.

Sementara, kedua korban telah melaporkan aksi oknum pemuda setempat tersebut kepada pihak Kepolisian. Hal tersebut dikatakan Kasat Reskrim Polres Pessel, AKP Hendra Yose. “Kemarin memang ada pengaduan dari dua orang wanita karena beredar video tersebut ke Polsek Lengayang, sehingga membuat tidak senang pihak keluarga. Laporan ini kami mintai keterangan pihak-pihak terkait dan nanti gelar perkaranya,” katanya, Rabu (12/4/2023).

Baca Juga : Nekat Hendak Perkosa Wanita, Honorer Pemprov Sulbar Dipenjara

Hendra juga meminta masyarakat untuk tidak melakukan penghakiman meski pelaku melakukan tindakan pidana. “Apabila terbukti diduga pelaku bisa dijerat pasal kekerasan terhadap perempuan sebagaimana UU Nomor 12 Tahun 2022 dan Undang-Undang ITE sebagaimana UU Nomor 19 Tahun 2016. Perkara ini akan menjadi atensi dan akan disegerakan untuk kepastian hukumnya,” ujarnya. (KRO/RD/OKZ)