Warga Sitoluama Unjuk Rasa Minta Kadesnya Divonis Bebas

124

RADARINDO.co.id-Toba Samosir:
Ratusan warga Desa didominasi kaum ibu Sitoluama Kecamatan Laguboti, Kabupaten Toba melakukan aksi unjuk rasa di Kantor Pengadilan Negeri (PN) Balige, Selasa (22/9) sekira pukul 11:00 Wib. Dalam orasinya warga meminta agar Kepala Desa Sitoluama, Torang Pangaribuan divonis bebas atas kasus pencabulan anak di bawah umur yang terjadi tahun lalu.

Marnaek Hutapea selaku orator dalam orasinya menyampaikan kekecewaan warga Sitoluama atas tuntutan Kejaksaan Negeri Tiba Samosir yang menuntut Torang Pangaribuan selama 12 tahun penjara dan meminta agar Hakim PN Balige yang memimpin persidangan kasus ini agar memvonis bebas Torang Pangaribuan.

“Kami tidak terima atas tuduhan yang dituduhkan kepada Kades Torang Pangaribuan. Masyarakat Sitoluama menuntut agar Torang Pangaribuan divonis bebas. Kami tidak terima jika Kepala Desa kami dihukum atas kesalahan yang tidak pernah dilakukannya, sebab Torang merupakan korban kepentingan politik pada Pilkades tahun lalu,” ujar Marnaek.

Lanjutnya, segala perkara atas nama Torang Pangaribuan itu adalah rekayasa politik, ditunggangi oleh orang yang memiliki kepentingan atau provokator dengan sengaja menzolimi Torang Pangaribuan. Warga lainnya, Ruth br Napitupulu, 53, menyampaikan bahwa sosok Torang Pangaribuan selama ini merupakan orang yang baik.

Selalu mengayomi dan menjadi dicintai warga Sitoluama. “Bebaskan Torang, bebaskan Kades kami yang baik hati ini. Bebaskan dia yang merupakan korban politik, kami rindu Kepala Desa kami dibebaskan. Dengarkan jeritan kami ini pak Hakim. Mana keadilan bagi Torang Pangaribuan,” teriaknya.

Jika tidak divonis bebas, warga mengancam akan melakukan aksi unjuk rasa kembali dengan memobilisasi massa yang lebih banyak lagi.

Kajari Toba Samosir melalului Kasi Intel Gilbeth Sitindaon mengatakan, bahwa hari ini akan dilanjutkan sidang atas kasus Torang Pangaribuan dengan agenda pembelaan dari penasehat hukum terdakwa atau Pledoi.

“Hari ini agendanya Pledoi, masih ada 4 kali sidang lagi sampai putusan. Kita dari Kejari Tobasa menuntut tersangka 12 tahun penjara karena tersangka terbukti melakukan tindakan pencabulan dan persetubuhan terhadap anak di bawah umur atas nama korban SA,16 tahun,” pungkas Gilbeth. (KRO/RD/Waspada)