Hotman Paris : Beras Banpres di Depok Sengaja Dikubur Karena Rusak

174 views

RADARINDO.co.id – Jakarta : Hotman Paris selaku pengacara JNE membantah adanya penimbunan beras Banpres di Depok.

“Itu fitnah, pihak JNE tidak Pernah menimbun, itu dibuang dengan cara di kubur,” ujar Hotman Paris selaku kuasa hukum perusahaan ekspedisi JNE klarifikasi terkait tuduhan yang menyatakan JNE menimbun beras bantuan presiden (Banpres) di daerah Sukmajaya, Kota Depok, Jawa Barat, saat konferensi pers di sebuah Cafe kawasan Jakarta Utara Kamis (04/08/2022).

Baca Juga : Forkopimda Kampar Saksikan Penandatangan MoU Koperasi Iyo Basamo Terantang dan PTPN V

Hotman mengatakan tuduhan tersebut tidak benar adanya. Pasalnya, itu merupakan beras milik JNE yang sudah rusak.


“JNE sudah jadi korban fitnahan. JNE tidak pernah menimbun beras. JNE sengaja membuang beras milik JNE yang sudah rusak dan tak layak di konsumsi. Beras dimasukkan ke dalam tanah/dikubur. Kalau tujuannya menimbun untuk mendapatkan keuntungan masa ditumpahkan begitu,” ungkapnya.

“Dari 6.199 ton beras Banpres, sebanyak 3,4 ton beras yang rusak itu mulanya disimpan di gudang JNE selama 1,5 tahun. Namun, beras tersebut semakin rusak sehingga dibuang.

“Akhirnya ada ide dikubur supaya tidak disalah gunakan. Kebetulan ada lahan yang penjaganya setuju,” kata Hotman.

Namun, ia menjelaskan bahwa orang yang mengaku pemilik tanah sekaligus orang yang memviralkan kejadian ini tidak memiliki kaitan dengan beras Banpres.

“Yang membongkar ini adalah orang yang mengaku pemilik tanah tersebut yang tidak ada kaitan sama kita. Dia sengaja menggali dengan menyewa traktor. Dan tidak ada kaitan sama beras ini kalau dia merasa memiliki hak atas tanah itu perkara perdata. Dialah yang ekspose ini, dialah yang karang cerita ini seolah-olah kita menyembunyikan beras Banpres.

Baca Juga : Buka Musrenbang Polda Sumut, Kapoldasu : 80 Persen Berhasil Perencanaan

Beras Banpres yang sengaja dikubur ukuran 5 kg, 20 kg, 25 kg. bernilai Rp.37 juta. Beras yang rusak telah di ganti oleh JNE dengan cara dipotong honor. Beras sebanyak 3,4 ton di kubur sedalam 3 meter. Beras masuk gudang Mei tahun 2020, dan dikubur November tahun 2021.

Rakyat tidak pernah menunggu karena setiap ada kerusakan langsung diganti oleh JNE, Juni Tahun 2020 sudah selesai semua didistribusikan. Tidak ada niat untuk korupsi atau untuk memperoleh keuntungan. Beras Banpres didistribusikan di 11 Kecamatan yang ada di Depok. Dengan total 247997 KPM ( Keluarga penerima manfaat).

“Tidak ada sembako lain yang di kubur hanya beras yang rusak dan tak layak konsumsi,” pungkas Hotman. (KRO/RD/lina)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini