Kampar  

Kebakaran Hutan Terus Meluas, Kampar Diselimuti Kabut Asap

RADARINDO.co.id – Riau : Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau, terus meluas hingga, Senin (10/11/2025).

Memasuki hari ketiga, petugas gabungan dari Manggala Agni Daops Sumatera IV/Pekanbaru, TNI, dan Polri masih berupaya memadamkan api yang semakin meluas.

baca juga: Tersangka Kasus Chromebook Dilimpahkan ke Kejari Jakpus

Asap dari kebakaran hutan semakin menebal dan menyelimuti sejumlah wilayah di Kampar, khususnya Kecamatan Tambang.

Petugas Manggala Agni telah berupaya memadamkan api sejak pagi untuk meminimalisir dampak asap ke permukiman warga.

Danru 3 Manggala Agni Daops Sumatera IV/Pekanbaru, Muhammad Jamil, menyatakan bahwa sejumlah titik api telah berhasil dipadamkan.

“Api di permukaan lahan sudah dapat kami padamkan. Sekarang tinggal pemadaman bara api di dalam gambut. Kondisi asap masih tebal,” kata Jamil, mengutip kompas.com.

Upaya pemadaman dibagi menjadi tiga titik, namun jumlah anggota pemadam yang terlibat di lokasi hanya 12 orang. Sementara luas lahan yang terbakar saat ini diperkirakan mencapai 2 hektar. “Kita berharap ada bantuan pemadam dari pihak lain atau masyarakat, agar kebakaran ini bisa cepat teratasi,” ucapnya.

Jamil mengungkapkan bahwa pihaknya belum bisa memastikan berapa lama api dapat dipadamkan, mengingat kondisi kebakaran yang cukup parah dan asap yang pekat.

“Kendala kita di lapangan adalah arah angin yang berubah-ubah. Tiupan angin kencang juga memicu api muncul di permukaan lahan. Jadi belum bisa kami perkirakan api bisa padam total,” jelasnya.

Baca juga: Kapolres Toba Pimpin Upacara dan Tabur Bunga di Makam Pahlawan

Kebakaran lahan gambut di Jalan Yuzura, Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, telah terjadi sejak, Sabtu (08/11/2025). Kebakaran terjadi dekat dua perumahan, yakni Perumahan Zaira Permai dan Perumahan Marwah.

Hal itu membuat warga panik dan ketakutan. Pasalnya, jarak titik api dari permukiman hanya sekitar 100 meter, sehingga banyak warga berlarian keluar rumah. (KRO/RD/Komp)