RADARINDO.co.id – Medan : Sejumlah Kepala Sekolah (Kepsek), baik negeri maupun swasta di Kota Pematangsiantar dan Simalungun, Sumatera Utara, mengaku resah lantaran kerap dimintai sumbangan ‘tanpa tekanan’.
Pasalnya, sumbangan yang katanya tanpa tekanan tersebut berbanding terbalik dengan fakta di lapangan. Dimana, kata ‘tanpa tekanan’ tersebut malah membuat para Kepsek merasa tertekan.
Baca juga: Kejari Gunungsitoli Tahan Kadis Kesehatan Nias Terkait Kasus Korupsi
Kegelisahan itu dirasakan setelah mereka dimintai sumbangan ‘tanpa tekanan’ oleh para oknum yang mengaku dari pengurus lembaga dan media (group).
Jika tidak memberikan sumbangan yang diminta, oknum-oknum itu mengancam akan membongkar kasus-kasus para Kepsek, diantaranya dugaan korupsi pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) maupun uang Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP).
Sumbangan yang katanya ‘sukarela’ itu berkedok akan melaksanakan acara perayaan Hari Ulang Tahun yang secara bersamaan kegiatannya dilaksanakan di Saka Hotel Medan pada hari Kamis tanggal 30 April 2026.
Namun, ketika hal itu diinvestigasi media ini ke Saka Hotel Medan, Jum’at (01/5/2026), faktanya tidak ada acara, dan diduga kegiatan tersebut fiktif hanya untuk meraup cuan demi kepentingan pribadi maupun kelompok.
Hal itu dipertegas oleh salah seorang resepsionis bernama Dea kepada media ini bahwa kegiatan pada hari dan tanggal tersebut tidak ada lembaga maupun media melaksanakan acara di hotel tersebut.
Sebelumnya, sejumlah Kepsek menyampaikan keluh kesahnya kepada media di salah satu cafe kopi yang berada di seputaran Kota Pematangsiantar, Rabu (29/4/2026) lalu, terkait sumbangan ‘tanpa tekanan’.
“Kami bingung melihat mereka. Soalnya, bukan hanya kami ini saja yang dipaksa untuk turut berpartisipasi. Sekolah di daerah lain, seperti di Serdang Bedagai juga ada teman kita menerima perlakuan yang sama,” kata salah seorang Kepsek yang tak mau ditulis namanya, sembari menunjukkan surat sejenis teken les yang sempat difotonya.
Baca juga: Sat Narkoba Polres Sergai Ringkus Dua Pengedar Ekstasi di Dolok Masihul
Mereka meyakini, hal serupa yang meresahkan banyak pihak itu juga terjadi pada instansi lain. “Kami sangat yakin, surat-surat permintaan sumbangan itu juga dilayangkan ke instansi-instansi lainnya,” tukasnya.
Hingga berita ini ditayangkan, Sabtu (02/5/2026), oknum-oknum yang membuat resah banyak pihak tersebut, belum terkonfirmasi untuk dimintai keterangannya terkait sumbangan ‘tanpa tekanan’. (KRO/RD/Tim)







