Aset DPU SDA Jember Diduga Dicaplok Pengembang Perumahan

115 views

RADARINDO.co.id-Jember: Aset milik DPU SDA Kabupaten Jember, diduga dicaplok pihak pengembang perumahan disaluran Afoor Sukorambi, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten jember.

Tudingan tersebut disampaikan pihak DPU SDA karena merasa dirugukan pihak pengembang perumahan dan mempertanyakan IMBnya.

Baca juga : Direktur PTPN I Enggan Tanggapi Dugaan Kerugian Investasi TBM Miliaran Rupiah

Karena hasil temuan media di lapangan kurang begitu sesuai dengan keadaannya. Bangunan Pagar tersebut yang saat ini dihentikan kegiatannya oleh Sofyan selaku koordinator SDA wilayah Rambipuji tersebut, di duga sengaja mencaplok tanah aset (SDA) Jember, Senin (14/11/2022).


Hasil Investigasi media di lapangan menemukan adanya kejanggalan kejanggalan terkait pengerjaan bangunan pagar oleh pekerja pengembang tersebut.

Kuat diduga melampaui batas batas ukur tanahnya, estimasi kurang lebih 1-2 m X panjang tanah berem aset DPU SDA yang dicaplok oleh pihak pengembang.

“Sehingga terjadi penyempitan pada saluran pembuang afoor Sukorambi itu sendiri,” ujar Nur pada wartawan.

“Jangan sampai adanya bangunan yang menjadi penyebab penyempitan pada saluran pembuang afoor Sukorambi ini,” ujarnya.

“Apalagi di musim hujan seperti sekarang ini dikhawatirkan nantinya dapat mengakibatkan banjir, kalau sampai itu terjadi lalu siapa yang akan bertanggung jawab nanti. Sedangkan air yang di hilirnya sana masih dibutuhkan oleh petani,” kata Nur.

Langkah tegas yang telah dilakukan oleh koordinator juga juru wilayah SDA Rambipuji ini seharusnya diapresiasi oleh pejabat DPU BM SDA kabupaten, yang mana dia mengaku hingga 2 kali dirinya melakukan teguran lisan kepada pekerjanya pengembang.

Namun baru kali ini kegiatan pengembangan betul-betul dihentikan sambil menunggu proses selanjutnya.

Disisi lain, mengapa teguran pemberhentian kegiatan pembangunan pagar oleh koordinator tidak diindahkan pihak pengembang.

Baca juga : PTPN I vs Babi Hutan = Penghapusan Nilai Tanaman Sawit Rp28,5 Miliar

Sehingga koordinator dan juru wilayah itu harus melakukan teguran yang kedua kalinya. Usut punya usut ternyata media menemukan adanya dugaan keterlibatan orang dalam dinas itu sendiri yang tak lain adalah staf koordinator PU BM wilayah Panti yang berinisial D.

Sementara itu, D mengaku membantu proses perizinan pengembang yang sedang melaksanakan pembangunan pagar di Sukorambi.

Lalu bagaimana langkah tegas dan sanksi administratif dari DPU BM SDA atau dilakukan pembiaran oleh pejabat dinas terkait. Tunggu informasi lanjut. (KRO/RD/An)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini