Jember  

Gegara Pohon Pisang, Warga Jember Dipolisikan dan Diduga Diperas

Kasus pohon pisang kena atap di Jember.

RADARINDO.co.id – Jember : Kasus pohon pisang mengenai atap rumah di Jember, hingga kini tak kunjung usai. Ironisnya, kasus tersebut berbuntut panjang hingga terkesan adanya pemerasan.

Menurut Kanit Reskrim Gumukmas, Aiptu Margono Tatang Nurcahyo, pihaknya akan kembali memanggil Tosan selaku terlapor untuk dilidik ulang karena ada berkas tambahan dan diminta tandatangan dengan alasan pergantian Kanit.

Baca juga: Gegara Pisang Terkena Atap, Warga Jember Dipolisikan

Dari kabar yang beredar, Tosan akan dijemput paksa jika mangkir dipanggil penyidik Polsek Gumukmas.

Sebelumnya diberitakan, warga Krebet, Gumukmas, Kabupaten Jember bernama Tosan (75) dipolisikan gegara pisang miliknya mengenai atap rumah seorang warga berinisial MAR di RT/RW 003/015 Dusun Krebet, Desa Gumukmas.

Kejadian bermula ketika pohon pisang milik Tosan diterpa angin hingga menimpa atap rumah milik MAR. Merasa bertanggungjawab, Tosan kemudian mengganti atap rumah MAR yang mengalami kerusakan.

Namun, MAR dan istrinya terus mengoceh merasa tak terima hingga akhirnya cekcok antara kedua belah pihak tak terhindarkan.

Cekcok tersebut bahkan berujung pada laporan Polisi. Dimana, Tosan dilaporkan MAR atas dugaan pengancaman dengan senjata tajam berupa sabit.

Saat kejadian, Tosan memang membawa sabit. Namun bukan untuk mengancam atau menakut-nakuti MAR, melainkan untuk memotong pohon pisang selaku “dalang” permasalahan.

Permasalahan tersebut sempat dimediasi pihak Polsek Gumukmas. Meski Tosan selaku terlapor telah berkali-kali minta maaf, namun mediasi tidak ada titik temu.

Kemudian, mediasi kedua dilakukan, Senin (02/2/2026), di Mapolsek Gumukmas. Namun, Tosan berhalangan hadir sehingga diwakilkan oleh anak sulungnya bernama Mohammad Firdianto.

Baca juga: Sejoli di Majalengka Kepergok Curi Motor Milik Petani

Saat mediasi itu, MAR meminta pihak terlapor memberikan ganti rugi sebesar Rp25 juta untuk mencabut laporannya.

Hingga berita ini dilansir, belum ada keterangan lebih lanjut terkait permasalahan tersebut. Sementara, Kanit Reskrim sebelumnya, yakni Aipda Amin Taufik, saat dikonfirmasi selalu bungkam dan menghindar. (KRO/RD/An)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *