RADARINDO.co.id – Nias : Setelah peserta program Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) jenis keterampilan video editing mengikuti pendidikan dan pelatihan, maka untuk mengukur kemampuan, peserta wajib melaksanakan uji kompetensi.
Untuk diketahui, uji kompetensi adalah sebuah proses ujian yang diselenggarakan oleh Lembaga Sertifikasi Kompetensi (LSK) Broadcasting dibawah naungan Kemdikbud Ristek RI.
Baca juga : NR Icang Rahardian: IWO Indonesia Siap Jadi Garda Terdepan Bela Jurnalis
Guna menindaklanjuti hal tersebut, PKBM Ziona melaksanakan uji kompetensi, Sabtu (02/9/2023) di Kota Gunungsitoli yang diikuti sebanyak 22 peserta.
Ketua PKBM Ziona, Rido Waruwu menjelaskan, pelaksanaan program PKK video editing dimulai dari perekrutan, pelaksanaan pembelajaran (teori dan praktik), dan uji kompetensi.
“Selanjutnya akan diteruskan pada pelaksanaan magang di dunia usaha/industry, kemudian penyaluran tenaga kerja,” terang Rido kepada RADARINDO.co.id, Senin (04/9/2023).
Menurut Rido, dihadapan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Gunungsitoli, Yafet K Bu’ulolo SSTP MAB, dirinya juga menjelaskan berbagai program yang akan dilaksanakan di PKBM Ziona, termasuk untuk membuka sebuah unit produksi yang dikenal dengan Teaching Factory (Tefa), sehingga bisa menjadi wadah bagi peserta untuk berwirausaha.
“Peserta uji kompetensi akan memperoleh sertifikat Kompetensi Berstandar Nasional (berlogo burung Garuda). Sertifikat kompetensi yang dimiliki nantinya dapat diterima secara nasional bahkan internasional,” terangnya.
Pada kesempatan itu, Ketua LSK Broadcasting, Roewono Soedarto, S.Sos.,M.IKom mengucapkan selamat kepada PKBM Ziona yang menyelenggarakan uji kompetensi bidang video editing dan mendorong lulusan dapat memiliki kompetensi yang multitasking.
Sementara, Kadis Pendidikan Kota Gunungsitoli, Yafet K. Bu’ulolo, S.STP M.A.B, mengapresiasi PKBM Ziona yang telah berhasil mendidik dan melatih peserta program PKK video editing demi peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) di Kota Gunungsitoli.
“Berdasarkan pengamatan kami bahwa PKBM Ziona merupakan salah satu PKBM terbaik khususnya di Kota Gunungsitoli. Sehingga, Pemerintah Pusat dalam hal ini Kemdikbud Ristek tidak salah memberikan kepercayaan kepada PKBM Ziona untuk menyelenggarakan program PKK video editing,” ucapnya.
Dalam kunjungannya, Kepala Dinas Pendidikan Kota Gunungsitoli juga memotivasi para peserta untuk terus meningkatkan kompetensi, mampu bersaing di era digital saat ini, menjadi tenaga kerja yang kompeten serta mampu berwirausaha.
Kedatangan Kadis Pendidikan Kota Gunungsitoli disambut baik oleh pengelola PKBM Ziona, Bedali Waruwu. Menurutnya, kehadiran Kepala Dinas Pendidikan di PKBM Ziona merupakan sebuah kehormatan yang luar biasa.
Baca juga : Anis Rasyid Baswedan Capres 2024 hadiri apel siaga bersama ribuan kader PKS Sumatera Utara
“Tentunya ini sebuah motivasi bagi kami untuk terus menyelenggarakan pendidikan yang berkualitas. Kedatangan Kepala Dinas Pendidikan sebagai wujud nyata kepedulian pemerintah terhadap penyelenggaraan pendidikan non formal di Kota Gunungsitoli,” kata Bedali Waruwu.
Uji Kompetensi dilaksanakan dengan 2 tahap yaitu ujian teori secara online dan ujian praktek secara tatap muka. Pada pelaksanaan Uji Kompetensi diuji oleh 2 orang penguji dari LSK Broadcasting, salah satunya Abdi Putra dari stasiun TVRI.
Pelaksanaan Ujian juga diawasi oleh Filina Baeha, SE.,MSP selaku Kepala Seksi Kelembagaan, Pendidik dan Tenaga Kependidikan Bidang Pembinaan PAUD PNF Dinas Pendidikan Kota Gunungsitoli. (KRO/RD/Rd)







