RADARINDO.co.id-Medan: Apapun yang sudah kami berikan itu murni karena ibadah. Tidak punya tujuan politik dan lain-lain. Semua itu karena Allah taalah.
Sembako, atau pakai yang mereka terima bisa dibawa pulang untuk dimakan bersama keluarga. Saya yakin, suatu saat mereka akan menjadi orang yang baik.
Baca juga : Kades Salak II Serahkan Bantuan Ternak Kambing : Kembangkan Dengan Sebaiknya
Mau melaksanakan perintah Allah, seperti sholat, puasa. Dan saya yakin mereka akan terus bekerja keras untuk mencari nafkah.
Demikian dikatakan Ketua Persaudaraan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Sumut, David Tan didampingi Ahmad Sukri Lubis SH, MH saat ditemui KORAN RADAR GROUP disela-sela kegiatan amal “Jumat Barokah”, Jumat (03/06/2022) siang.

Lebihlanjut Ketua PITI Sumut menambahkan, bhakti sosial yang diberikan tidak itu tidak membedakan suku dan agama.
Dari satu sisi ini murni sedekah dan ibadah, dan disisi lain membantu sesama hamba Allah. Kalau ditanya siapa yang mau hidup dalam kekurangan pasti tidak ada yang mau.
Tapi ketentuan Allah sudah begitu. Karena didalam rezeky kita itu ada hak orang lain. Maka harus disalurkan. Karena suatu saat nanti kita akan dimintai pertanggungjawaban Allah, ujar David dengan senyum.
“Pesan yang selalu sampaikan kepada mereka harus menjadi orang yang baik dan jujur. Bagi saya harta bisa dicari tapi kalau kita sudah tidak jujur apalagi sering membuat keonaran. Apalagi yang bisa kita berbuat untuk sesama,” cetusnya.
Baca juga : Polri Paparkan Pentingnya Personel Kepolisian Tidak Buta Warna Parsial
PITI Sumut memberikan 400 nasi kotak, gula, sirup, air mineral kesehatan. Melalui kegiatan sosial PITI Sumut bisa jadi motivasi merubah pola hidup menjadi manusia yang baik dan bertaqwa, ujar David Tan mengakhiri.
Sementara itu, para tukang beca, supir grab dan warga lain yang menerima bantuan paket “Jumat Barokah” mengaku senang dan terima kasih pada PITI Sumut. (KRO/RD/TIM)







