RADARINDO.co.id – Trenggalek : Dugaan perselingkuhan oknum Kepala Sekolah (Kepsek) dengan seorang guru wanita, akhirnya terbongkar. Terkuaknya jalinan asmara cinta terlarang keduanya, setelah oknum Kepsek berinisial S (50) tewas didalam kamar hotel bersama wanita berinisial MSR (39) seorang guru SD, yang diketahui merupakan bawahan S.
Baca juga : Optimalkan Pelayanan Publik, Bupati Samosir Ngantor di Desa Simbolon Purba
S dan MSR bekerja di satu sekolah yang sama. Keduanya masing-masing sudah berkeluarga. Belakangan diketahui, keduanya sudah menjalin hubungan gelap cukup lama, hingga akhirnya hubungan terlarang itu terbongkar ketika S meninggal dunia di kamar hotel bersama MSR.
S berstatus sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), sedangkan MSR berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Belum diketahui sejak kapan keduanya berselingkuh. Namun perselingkuhan antara atasan dengan bawahan yang saat ini tengah menuai sorotan tersebut, terungkap ketika S meninggal di sebuah hotel di Trenggalek, Jawa Timur pada, Selasa (24/1/2023) lalu.
Kaur Bin Ops Satreskrim Polres Trenggalek, Iptu Hanik Setyo Budi menjelaskan bahwa S dan MSR sempat tidur bersama di hotel tersebut. Namun, selang beberapa jam kemudian, MSR melapor ke pihak hotel bahwa S dalam kondisi tidak sadarkan diri.
“Saat di kamar tersebut lebih kurang 8.30 WIB, korban mengalami sesak napas saat berhubungan badan, lalu tiba-tiba seperti tertidur. Tapi saat dibangunkan, S tidak bangun,” ungkapnya, dilansir dari tribunmedan, Kamis (02/2/2023).
Kemudian lanjutnya, MSR langsung meminta pihak hotel untuk memanggil petugas medis agar nyawa S bisa tertolong. “Begitu petugas medis datang, diupayakan bantuan rangsang jantung, dipompa ternyata sudah tidak ada denyut nadi,” terangnya.
Selanjutnya, S dibawa ke RSUD dr Soedomo Trenggalek untuk dilakukan rangsangan jantung, namun nyawanya sudah tidak tertolong.
Baca juga : Atasi Tawuran, Polres Pelabuhan Belawan Bentuk Tim Khusus
Mendapat informasi insiden tersebut, pihak Kepolisian langsung mendatangi lokasi kejadian dan mengamankan beberapa barang yang ada di hotel untuk pemeriksaan. Berdasarkan keterangan MSR, korban tidak mengkonsumsi obat kuat saat berhubungan badan.
Ia juga belum dapat mengungkap penyebab S meninggal karena pihak keluarga menolak untuk dilakukan autopsi. “Visum dari rumah sakit juga belum kita terima, namun dipastikan tidak ada unsur penganiayaan di sekujur tubuh korban,” tandasnya. (KRO/RD/TRB)







