RADARINDO.co.id – Jakarta : Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) memastikan, kedepannya seluruh hotel plat merah diwajibkan memakai produk UMKM untuk kebutuhan amenities dan perlengkapan layanan.
Baca juga: Tiga Jaksa Diperiksa Terkait Kasus Proyek Jalan Rp231 Miliar
Setelah proses konsolidasi hotel BUMN selesai, seluruh kebutuhan amenities, seperti sabun, sampo, sandal, handuk kecil, teh, kopi, maupun produk pelengkap layanan kamar lainnya, akan dipasok dari UMKM lokal.
“Jadi nanti hotel-hotel yang setelah kita lakukan proses konsolidasi, kita barangkali semua amenitiesnya itu disuplai dari lokal kita, oleh UMKM gitu,” ujar Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi Danantara, Dony Oskaria, Jum’at (22/8/2025) lalu.
Namun, agar produk yang dipasok memiliki kualitas yang sesuai standar industri perhotelan, UMKM tidak dilepas begitu saja. Mereka akan melalui proses kurasi, pendampingan, dan edukasi.
Artinya, produk UMKM akan dipilih berdasarkan kualitas, kemudian diberikan pelatihan dan pembinaan agar bisa memenuhi standar mutu, konsistensi, dan desain yang dibutuhkan hotel.
Menurutnya, langkah itu bukan hanya memberi UMKM akses pasar yang lebih luas, tetapi juga mendorong peningkatan daya saing mereka. Dengan masuk ke rantai pasok hotel-hotel BUMN, UMKM akan mendapatkan peluang memperluas skala usaha sekaligus meningkatkan standar produksi.
Namun katanya, masih ada kendala yang dihadapi UMKM, khususnya terkait kapasitas produksi yang belum merata. Untuk itu, Danantara menyiapkan intervensi pembiayaan sebagai solusi agar UMKM dapat meningkatkan kemampuan produksinya sekaligus menjaga kualitas.
Baca juga: Karyawan BRI Korupsi Dana KUR Rp3,6 Miliar
Menurut Dony, pola dukungan ini akan berjalan dalam bentuk segitiga penguatan, yakni pembiayaan, pasar, dan pembinaan. Dengan model ini, UMKM bukan hanya mendapat akses untuk menyalurkan produknya, tetapi juga didorong naik kelas. (KRO/RD/KP)







