RADARINDO.co.id – Medan : Usai dilantik Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, sebagai Kepala Dinas (Kadis) Lingkungan Hidup (LH), nama dan kinerja Melvi Marlabayana, menuai sorotan publik.
Dimana, saat Melvi Marlabayana menjabat sebagai Plt Kadis Perkimcikataru, sejumlah proyek pembangunan Dinas Perkimcikataru Pemko Medan, disebut-sebut carut marut. Proyek pembangunan Perkimcikataru Medan banyak yang cacat kinerja dan target.
Baca juga: KPK Panggil Anak BJ Habibie Terkait Kasus Dana Iklan
Mulai proyek Revitalisasi Lapangan Merdeka yang kupak-kapik, Medan Islamic Center yang tak kunjung selesai, Revitalisasi Kebun Bunga yang jadi temuan BPK RI, hingga UMKM Square USU yang tak selesai target.
Semua proyek tersebut yang paling besar menyedot APBD Medan sejak era Walikota Bobby Nasution, mulai dari Rp100-500 miliar. Namun semuanya belum ada yang selesai sesuai target, dan berpotensi korupsi.
Selain itu, keluhan urusan administrasi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) masih jadi masalah di Perkimcikataru Medan.
Terkait sejumlah sorotan tentang kinerja Melvi Marlabayana yang carut marut, Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, buka suara.
“Saya bilang tahun ini tidak ada lagi urusan-urusan PBG nyangkut. Permasalahan dipersulit urus PBG. Kalau ada laporkan, saya bereskan organisasinya dari atas sampai bawah. Kalau sudah dilantik diberi kepercayaan, ya selesaikan permasalahan. Kalau masih begitu-begitu saja ya sudah langsung evaluasi,” tegas Rico Waas, dikutip, Sabtu (23/8/2025).
Rico juga merespon soal proyek-proyek terbengkalai yang dikerjakan Perkimcikataru. Rico menargetkan Kadis Perkimcikataru yang baru, John Ester mampu melakukan kinerja yang progres.
“Itu apapun harus diselesaikan. Tujuan pembangunan itu kan sustenable harus berkelanjutan. Jadi memang tugas-tugas yang baru sustenable development dibangun juga, harus komprehensif yang terbaik,” katanya.
Baca juga: Ketahui, Ini Tips Sehat Ala Rasulullah SAW
Terkait Dinas Lingkungan Hidup yang diamanahkan kepada Melvi Marlabayana, Rico Waas menekankan ada tugas berat tantangan persoalan sampah yang jadi isu dunia. Melvi Marlabayana dituntut harus mampu membuat inovasi dan terobosan soal sampah Kota Medan.
“Isu Lingkungan Hidup, masalah sampah bukan hanya soal isu perkotaan, melainkan dunia. Sudah tidak bisa lagi main-main. Bagi mereka ini prestisius, tapi malah ini tugas berat berkali-kali lipat,” kata Rico Waas. (KRO/RD/Trb)







