Erick Thohir Akan Laporkan Dugaan Korupsi Danpen BUMN

29

RADARINDO.co.id – Jakarta : Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir akan melaporkan kasus dugaan korupsi dana pensiun (danpen) BUMN ke Kejaksaan Agung 9Kejagung) pada September 2023 mendatang.

Erick mengatakan bahwa dana pensiun tersebut sedang diaudit oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Setelah diaudit, dana pensiun bermasalah baru bisa dipetakan apakah korupsi atau miss management.

Baca juga : Anggota DPRD Lamsel Gelar Paripurna Penandatanganan Nota KUA PPAS Perubahan

“Memang kita tadinya mau di akhir Juli tetapi setelah duduk dengan BPKP, dia bilang September. Butuh waktu, ya sudah kita enggak bisa dorong, daripada kita mendorong sesuatu yang nanti komplikasi, tidak bisa membedakan yang mana korupsi, yang mana miss management,” kata Erick di Pasific Place, Jakarta Selatan, Senin (14/8/2023) melansir cnnindonesia.com.

Erick menyebut bahwa untuk memenjarakan seseorang bukanlah hal yang mudah. Pasalnya, mereka memiliki keluarga dan kehidupan sosial. “Memenjarakan orang bukan sesuatu yang enak. Mereka sendiri punya keluarga, punya sosial, jadi kita harus hati-hati,” kata Erick.

Awal tahun lalu, Erick memang mengungkap dugaan korupsi dana pensiun BUMN. Menurutnya, salah satu modus korupsi yang sering dilakukan lembaga pengelola dana pensiun adalah sengaja menghilangkan aset.

Erick menyebutkan, dari sekian lembaga dana pensiun yang melakukan korupsi, dua diantaranya adalah Asabri dan Jiwasraya. Karenanya, ia berharap kedepannya direksi BUMN hanya akan mewarisi kebaikan, bukan masalah seperti kedua dana pensiun tersebut. (KRO/RD/CNN)