RADARINDO.co.id : Sedekah adalah amalan yang sangat dianjurkan dalam agama Islam. Selain memberikan manfaat kepada orang yang menerima, sedekah juga dapat menuai manfaat bagi orang yang memberikannya.
Sedekah akan membantu umat Muslim dalam meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT serta membuka pintu keberkahan. Dalam buku Dikejar Rezeki dari Sedekah karya Fahrur Mu’is, dijelaskan bahwa sedekah lebih utama apabila diberikan secara diam-diam daripada dilakukan secara terang-terangan. Melansir detik, berikut urutan sedekah yang paling utama menurut hadits Rasulullah SAW.
Baca juga : Polres Sergai Bersama Muspika Perbaungan Tutup Galian C Ilegal
Sedekah yang paling dibutuhkan oleh penerimanya
Sayyid Sabiq dalam bukunya Fiqih Sunnah Jilid 2 menjelaskan bahwa sedekah yang paling utama adalah yang paling dibutuhkan oleh orang yang menerima sedekah dan manfaatnya dapat dirasakan terus-menerus.
Rasulullah SAW pernah bersabda yang artinya, “Sebaik-baik sedekah adalah mengalirkan (menyediakan) air” (HR Ibnu Majah).
Sedekah dengan mengalirkan air dapat menjadi sedekah yang paling utama jika dilakukan di tempat yang kekurangan air dan banyak orang mengalami kehausan. Apabila tempat tersebut tidak kekurangan air, maka paling baik adalah mengalirkan air ke sungai atau memasang saluran air.
Sedekah kepada kerabat yang memusuhi
Dalam buku Hidup Berkah dengan Sedekah karya Ustadz Masykur Arif, Rasulullah SAW menganjurkan kepada umatnya untuk bersedekah kepada keluarga dekat yang memusuhi umatnya tersebut.
Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah SAW, “Sedekah paling afdhal (utama) ialah yang diberikan kepada keluarga dekat yang bersikap memusuhi.” (HR Thabrani dan Abu Dawud).
Tentunya, seseorang yang bersedekah kepada kerabat yang memusuhinya bertujuan agar mereka tidak lagi saling memusuhi serta agar hati mereka menjadi lembut dan sadar. “Sedekah untuk orang miskin, nilainya hanya sedekah. Sementara sedekah untuk kerabat, nilainya dua; sedekah dan silaturahmi.” (HR Nasa’i).
Islam sangat melarang kepada umatnya untuk memutus tali persaudaraan. Oleh karena itu, bersedekahlah apabila ada kerabat yang memusuhi agar persaudaraan antar sesama Muslim tetap terjalin.
Sedekah saat dalam keadaan sehat
Mengutip dari kitab Sunan an-Nasai Jilid 2 karya Imam an-Nasa’i, Rasulullah SAW menyatakan sedekah saat dalam keadaan sehat merupakan sedekah paling utama.
Sebagaimana dalam hadits shahih yang artinya: “Mahmud bin Ghailan mengabarkan bahwa Waki mengatakan dari Sufyan dari Umarah bin al-Qa’qa dari Abu Zur’ah dari Abu Hurairah bahwa seseorang pernah bertanya kepada Rasulullah SAW, ‘wahai Rasulullah! Sedekah apakah yang paling utama’ Lalu beliau menjawab, “kamu bersedekah saat kamu sedang sehat, sangat menyukai harta benda, mengharapkan hidup (yang panjang), dan takut miskin’” (Irwaa’ul Ghaliil No. 1602, Shahih Abu Dawud No. 2551 dan Muttafaq ‘alaih).
Baca juga : Bupati Tapsel Tegaskan Target Penurunan Angka Stunting
Sedekah suami pada istrinya
Bagi seorang laki-laki yang telah berkeluarga, sedekah yang pahalanya sangat besar yaitu menafkahi istri dan anaknya. Melansir dari buku Solusi Sedekah Tanpa Uang karya Ust. Haryadi Abdullah, menafkahi istri dan anak merupakan sedekah yang pahalanya jauh lebih besar daripada bersedekah kepada orang lain.
Hal ini sebagaimana dalam hadits, Rasulullah SAW bersabda, “Sedekah yang terbaik adalah yang dikeluarkan selebih keperluan, dan mulailah dari orang yang kamu tanggung.” (HR Bukhari). (KRO/RD/DTK)







