RADARINDO.co.id – Medan : Berdasarkan laporan masyarakat secara tertulis menyebutkan, sampai 31 Desember 2023, target dan realisasi laba rugi antara lain tercatat pendapatan usaha terealisasi Rp31,02 triliun atau 97,48% dari RKAP tahun 2023, atau naik 4,43% dibanding pencapaian tahun sebelumnya. Laporan tersebut diragukan kebenarannya.
Laba tahun berjalan tercatat sebesar Rp4,01 triliun atau 105,08% dari target, sekaligus naik 2,69% dibanding tahun sebelumnya. Adapun aset terbilang sebesar Rp118,34 triliun atau 105,59% dibandingkan target, atau 0,09%. Untuk target dan realisasi produksi, terkecuali jenis kegiatan peti kemas.
Semua melampaui target RKAP tahun 2023. Arus peti kemas tercatat sebanyak 1.283.561.176 GT atau 102,81% dibandingkan target, naik 6,80% dibandingkan realisasi tahun sebelumnya peti kemas tercapai sebanyak 17.657.327 TEUs atau 99,96% dari target, naik 2,54% daripada tahun 2022.
Baca juga: Pengerukan Alur Pelayaran Pelabuhan Pelindo Belawan Rugikan Negara Miliaran Rupiah
Barang non-peti kemas tercatat sebanyak 169.853.408 ton atau 105,20% dari target, naik 6,34% dibanding realisasi tahun 2022. Adapun penumpang per 31 Desember 2023, tercatat sebanyak 18.050.932 orang atau 134,04% dari target, naik 20,12% dibandingkan realisasi tahun sebelumnya.
Dengan pencapaian kinerja tersebut, nilai ekonomi langsung yang dihasilkan Pelindo, yaitu berbagai pendapatan yang diperoleh dari hasil kegiatan bisnis Perusahaan, tercatat sebesar Rp33,22 triliun. Namun turun dibandingkan tahun 2022 yang mencapai Rp333,35 triliun.
Kenaikan juga terjadi dengan nilai ekonomi yang didistribusikan, yaitu berbagai pengeluaran yang didistribusikan sebagai bentuk kontribusi Pelindo dalam meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan para pemangku kepentingan.
Seperti pembayaran gaji, pajak, dividen, pembayaran untuk pemasok, maupun realisasi dana untuk masyarakat sebagai salah satu bentuk perwujudan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Nilai ekonomi yang didistribusikan terbilang sebesar Rp32,72 triliun, naik dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp30,88 triliun.
Dengan demikian, nilai ekonomi yang disimpan, yaitu selisih antara nilai ekonomi yang dihasilkan dikurangi dengan nilai ekonomi yang didistribusikan, yang digunakan untuk pengembangan usaha Perseroan, tercatat sebesar Rp2,51 triliun, naik dibandingkan tahun 2022 yang mencapai Rp2,47 triliun.
Sumber mengatakan dan mempertanyakan, terkait dugaan penyalahgunaan dan wewenang merugikan keuangan perusahaan Negara, melawan Hukum dan memperkaya diri secara bersama-sama. Konon katanya, APH sudah pernah mendalami realisasi tersebut, diantaranya terdapat risiko signifikan korporat tahun 2023 atau PIC Penanganan Risiko P.I.C Risk Management.
Serta dampak risiko kuantitatif (Rp) & kualitatif risk impact quantitative (Rp) & qualitative sebesar Rp640 miliar target value creation atas implementasi IS pada Subholding dengan counterpart dari HO Sebesar Rp1.934 miliar total potensi value creation apabila pemurnian bisnis dan kerjasama dengan mitra serta strategic partnership terlaksana.
Sebesar Rp1.098 miliar berdasarkan analisis data 3 tahun terakhir, rata-rata porsi piutang macet adalah 3,45% dari pendapatan usaha. Sebesar Rp10,5 miliar berdasar histori denda pajak hasil pemeriksaan pada tahun buku 2020 yang dilakukan pada 2022.
Sebesar Rp280 miliar peningkatan biaya bagi Pelindo sebagai pendiri Dapen atas kondisi Dapen yang tidak sehat, serta munculnya pemberitaan negatif. Sebesar Rp1 milliar nilai tuntutan masyarakat atas kasus 1 orang fatality di Merauke pada 14 Des 2022. Sebesar Rp1.413 milliar merujuk pada hasil analisis stress test di 2022 tanpa accounting hedge.
Sebesar Rp1.525 milliar berdasarkan analisis data 5 tahun terakhir, atas rata-rata deviasi pencapaian pendapatan usaha. Pelaksanaan PSN (PR2), keterlambatan penyelesaian proyek BMTH, alokasi pendanaan PMN tidak sesuai rencana, keterlambatan penyelesaian proyek MNP (Tahap 1B, 1C), pendapatan dari BMTH atas kunjungan cruise dan penyerapan UMKM apabila konstruksi selesai di 2023.
Sebesar Rp8,8 milliar berdasarkan kasus cyber attack di JICT pada 17 Nov 2022 yang menyebabkan down sistem selama lebih dari 24 jam. Sebesar Rp1.378 milliar potensi pendapatan properti, air dan listrik yang hilang akibat seluas 1838,1 Ha lahan bermasalah (Data Tw 3 th 2022).
Menurut sumber bahwa terdapat realisasi rehabilitasi Mangrove dan tanam pohon realisasi rehabilitasi Mangrove dan tanam pohon 2023 Regional PT Pelabuhan Indonesia (Persero). Lokasi Regional 1 Aceh dan Sumatra Utara. tanam Mangrove seluas 18 Ha, Penyulaman seluas 4,7 Ha, sebanyak 3.700 bibit.
Realisasi Rehabilitasi Mangrove dan Tanam Pohon 2022 , Regional 1 Aceh tanam Mangrove planting seluas 18 Ha, sebanyak 36.000 bibit. Realisasi rehabilitasi Mangrove dan tanam pohon 2021. Regional 1 Kabupaten Batu Bara, Kuala Langsa, Aceh, Tanam Mangrove 18 Ha.
Komitmen dan dukungan Pelindo untuk mewujudkan kelestarian lingkungan, termasuk mendukung upaya kolektif dalam penanganan pemanasan global dan perubahan iklim, merujuk pada berbagai regulasi di bidang lingkungan.
Selain itu, terdapat realisasi program pendanaan Usaha Mikro dan Usaha Kecil tahun 2023 sesuai dengan regulasi terbaru, Pelindo menyelenggarakan program TJSL BUMN berupa program pendanaan UMK serta bantuan dan/atau kegiatan lainnya, termasuk Pembinaan untuk penyaluran dana Pendanaan UMK pada tahun 2023 sebesar Rp23.880.295.155 atau 100% dari RKA Tahun 2023 sebesar Rp23.880.295.155, atau 29,91% dari realisasi tahun 2022 yang mencapai Rp79.837.062.832.
Dana Program Pendanaan UMK tahun 2023 berasal dari dana bergulir program pendanaan UMK. Sampai dengan tahun 2023, dana program pendanaan UMK yang tersedia sebesar Rp48.912.991.575, yang terdiri dari saldo awal sebesar Rp30.281.767.979, pengembalian pinjaman mitra binaan Rp13.816.474.830. Pendapatan jasa administrasi pinjaman sebesar Rp978.246.386, penerimaan jasa administrasi bank Rp338.591.744, pendapatan lain sebesar Rp3.497.910.636.
Baca juga: Oknum Perwira Polisi “Tunggangi” Istri Pengusaha, Videonya Tersebar
Sumber masyarakat menyebutkan realisasi kegiatan dan atau laporan pertanggungjawaban atas beban usaha perusahaan diduga sarat rekayasa, dan pimpinan manajemen Pelindo diduga mengabaikan prinsip GCG yakni transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi, kesetaraan dan terpercaya sebagaimana diatur dalam Peraturan Direksi PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Nomor: HK.01/13/12/4/TKPT/UTMA/ PLND- 234 tentang Pedoman Good Corporate Governance.
Sebelumnya, sumber mengatakan, realisasi pendapatan usaha dan kegiatan lainnya layak diragukan kebenarannya. Oleh karena itu, KPK bersama Komisi III DPR RI diminta segera membentuk tim investigasi independen untuk mengaudit kembali, guna menghindari kesimpangsiuran informasi. Sehingga Publik dapat memahami fakta sebenarnya.
“Kami berharap KPK bersama Komisi III DPR RI segera mendalami data dan informasi ini. Karena berkaitan dengan keuangan perusahaan milik Negara,” ujar sumber.
Direktur PT Pelindo Regional I Belawan, melalui Humas Pelindo, Jefry, kepada manajemen RADARINDO via WA nomor 151. ABC /RADARINDO/KB/XII/2024, tanggal 26 Desember 2024, mengatakan bahwa untuk prosedur permohonan informasi publik dapat dilihat melalui Wibsite ppid.pelindo.co.id. (KRO/RD/TIM-01)







