RADARINDO.co.id – Bone : Rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, berujung ricuh, Senin (20/10/2025) di ruang Banggar DPRD Bone. Rapat tersebut diwarnai saling lempar cangkir.
Diduga, kericuhan terjadi akibat kenaikan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dinilai tidak realistis dan sulit tercapai. Kenaikan target PAD dari Rp340 miliar menjadi Rp490 miliar atau naik Rp150 miliar ini dianggap tidak realistis.
Baca juga: Komisaris Utama PT IAE Dipanggil Terkait Kasus Jual Beli Gas
Pasalnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bone tidak memiliki sumber pendapatan yang memadai untuk mencapai target tersebut.
“Pemerintah Kabupaten Bone tidak memiliki sumber daya bisa mencapai target PAD, paling bisa ditarik dari pajak dan retribusi, dan ini mustahil tercapai dan kalau tidak tercapai maka otomatis hal itu akan menjadi utang pemerintah daerah,” kata Andi Tenri Walinonong, Selasa (21/10/2025), mengutip kompas.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Bone menjelaskan bahwa kenaikan target PAD berdasarkan rekomendasi Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Provinsi Sulawesi Selatan.
“Kenaikan target PAD adalah hasil dari rekomendasi dari BKAD provinsi Sulsel dan ini harus disahkan maksimal hingga 2 minggu kedepan,” ujar Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bone, Muhammad Angkasa.
Baca juga: Oknum Kades di Bengkulu Jadi Tersangka Korupsi Rp2,8 Miliar
Namun, DPRD Kabupaten Bone belum mengesahkan rencana perubahan anggaran tersebut karena masih menunggu rasionalisasi pencapaian target dari Bapenda Kabupaten Bone. (KRO/RD/Komp)







