Terbukti Terima Suap, Eks Kakanwil BPN Riau Divonis 12 Tahun Penjara

46

RADARINDO.co.id – Pekanbaru : Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, menjatuhkan vonis kepada eks Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Badan Pertanahan Negara (BPN) Provinsi Riau, berinisial MS selama 12 tahun penjara.

Vonis tersebut dijatuhkan majelis hakim lantaran MS terbukti menerima suap serta mengalihkan uang hasil kejahatannya dalam bentuk aset dan rekening. “Menyatakan terdakwa M Syahrir secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi dan tindak pidana pencucian uang,” kata Hakim Ketua, Salomo Ginting, melansir antara, Sabtu (02/9/2023).

Baca juga : Walikota Medan Serahkan Bantuan Pembangunan Menara Masjid Nurul Huda


Selain putusan 12 tahun penjara, MS juga diwajibkan membayar denda sebesar Rp1 miliar dengan ketentuan apabila tidak dibayar, maka digantikan dengan kurungan selama 6 bulan. Tak hanya itu, Majelis Hakim juga menjatuhkan pidana tambahan kepada terdakwa untuk membayarkan uang pengganti kepada negara sejumlah 112 ribu Dollar Singapura dan Rp21,13 miliar.

“Jika tidak dibayar uang pengganti selama satu bulan, maka harta benda akan disita oleh jaksa dan dilelang untuk menutupi uang pengganti,” lanjutnya.

Apabila jumlahnya tidak mencukupi menutupi uang pengganti, maka diganti dengan pidana penjara tiga tahun. Atas putusan majelis hakim tersebut, terdakwa dan kuasa hukum menyatakan untuk pikir-pikir. Begitu pula dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU). “Menyatakan pikir-pikir Yang Mulia,” ujar kuasa hukum MS.

Sebelumnya, JPU Komisi Pemberantasan Korupsi menuntut MS selama 11 tahun 6 bulan penjara atas dugaan suap, gratifikasi, serta pencucian uang.

Saat menjabat Kepala Kanwil BPN Riau, MS diduga telah menerima uang sebesar SGD112.000 dari Rp3,5 miliar yang dijanjikan, dari Sudarso selaku General Manager (GM) PT Adimulia Agrolestari Sudarso dan Frank Wijaya (keduanya sudah divonis-red) selaku pemegang saham PT Adimulia Agrolestari.

Baca juga : ITSI Laksanakan Wisuda II, Sejumlah Lulusan Telah Bekerja di Perusahaan Perkebunan

Uang itu diberikan untuk mempermudah pengurusan perpanjangan izin hak guna usaha (HGU) PT Adimulia Agrolestari. Selain itu, MS diduga menerima gratifikasi dari perusahaan-perusahaan maupun pejabat yang menjadi bawahannya ketika menjabat Kepala Kanwil BPN Riau dan Kepala Kanwil BPN Maluku Utara.

Selama menjabat menjabat Kakanwil BPN Provinsi Maluku Utara dan Riau sejak tahun 2017 hingga tahun 2022, MS telah menerima uang gratifikasi yang keseluruhannya mencapai Rp20.974.425.400. (KRO/RD/ANT)