RADARINDO.co.id – Kampar : Dampak seringnya memakan korban jiwa di objek wisata Pulau Cinta, membuat Pemkab Kampar melakukan gerak cepat demi mencari solusinya.
Pj Bupati Kampar diwakili Kadis Pariwisata, Zulia Darma, langsung turun melakukan peninjauan ke objek wisata tersebut, Kamis (28/12/2022) guna mencari solusi serta upaya antisipasi agar tidak terulang lagi kejadian serupa.
Baca Juga : Kapolda Riau : Keberhasilan Berkat Kerjasama dan Kolaborasi
Bagi Pemkab Kampar, nyawa manusia jauh lebih berharga daripada pergerakan sektor pariwisata. Menurut Zulia Darma, kedatangannya ke Pulau cinta agar bisa mengetahui persolan yang ada di Pulau Cinta dan mencarikan jalan keluar supaya tidak ada lagi nyawa yang melayang sia-sia.
“Bupati mengintruksikan agar dilakukan pengecekan dilapangan. Untuk kedepan jangan ada lagi korban-korban yang timbul dari objek wisata Pulau Cinta. Untuk itu harus ada langkah nyata agar masalah tersebut tidak terulang,” tegasnya
Dijelaskannya, saat ini memang ada ditemukan beberapa persyaratan standar keselamatan yang tidak lengkap. Diantaranya adalah tidak adanya batas antara daerah rawan dan yang boleh dijadikan tempat berenang. Selain itu juga tidak ada rambu-rambu pemberitahuan.
Pemkab memerintahkan kepada pengelola agar bisa melengkapi kekurangan yang ada. Selain itu juga harus ada petugas yang memantau aktifitas dari para pengunjung. Jika ada yang dianggap bisa membahayakan maka harus diperingati dan diberikan alat pengaman.
“Kalau masih terus membandel lakukan langkah tegas. Semua itu demi tujuan agar nyawa manusia tidak lagi ada yang hilang. Tujuan berwisata tapi malah membawa duka,” tegasnya.
Husni Mubarak, selaku pengelola objek wisata Pulau Cinta, menyampaikan bahwa pihaknya akan melaksanakan semua anjuran dari Pemkab Kampar dengan memenuhi dan melengkapi standar keamanan.
“Sebagai pengelola tentu kami sangat ingin agar tidak ada korban disini. Jadi kami akan terus berupaya memperbaiki semua kekurangan yang ada.” ucapnya
Menyikapi adanya korban diwilayahnya, Kepala Desa Teluk Kenidai, Budi Setiawan, mengaku sangat prihatin. Menurutnya, pihaknya telah sering mengingatkan pengelola soal SOP keselamatan.
Bahkan upaya itu tak pernah bosan diingatkan. Hanya saja pihak pengelola tak pernah menghiraukan. Padahal sebagai Kades tentu musibah itu juga jadi beban bagi desa. Hanya saja pengelola sepertinya tak mau memberitahukan.
Baca Juga : Kapolda Riau : Ciptakan Suasana Kamtibmas Kondusif
Sudah lebih dari 6 tahun keberadaan Pulau Cinta tapi tak pernah memberikan kontribusi bagi desa. Pihak pengelola tidak mau menyumbangkan keuntungan untuk PAD desa. Tapi bukan itu yang diharapkan, pihak desa hanya ingin pengelola dapat menjalankan semua instruksi dengan menjalankan SOP keselamatan.
“Karena tidak adanya perubahan yang dilakukan oleh pengelola, maka pihak desa bersama ninik mamak bermusyawarah untuk mencabut SK pengelola lama dan membentuk yang baru. Rapat tersebut, telah mengesahkan kepengurusan yang akan melakukan pembenahan di pulau cinta. Para pengurus sudah disetujui oleh Ninik Mamak di Desa Teluk Kenidai,” ujarnya. (KRO/RD/SM)







