RADARINDO.co.id – Jakarta : Museum Kavaleri Indonesia yang akan di bangun di wilayah cagar budaya Bandung harus bernuansa natural, alami dan “green”. Hal ini disampaikan Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono saat menerima Komandan Pusat Kesenjataan Kavaleri TNI-AD (Danpussenkav), Mayjen Yanuar Adil didampingi Direktur Pembinaan Kesenjataan Pussenkav, Brigjen Agus Erwan, Senin (16/1/2023).
Baca juga : KPK Bongkar Pejabat Simpan Uang Haram ke Kekasih Gelap
Menteri PUPR kemudian memberikan tugas kepada Dirjen Cipta Karya, Diana Kusumastuti untuk menyusun perencanaan museum sekaligus memulai pembangunannya. Hadir pada pertemuan tersebut, mantan Menko Kemaritiman, Indroyono Soesilo.

Komandan Pussenkav, Mayjen Yanuar Adil mengatakan, Museum Kavaleri Indonesia ini akan menjadi salah satu destinasi wisata sejarah militer di Kota Bandung, mengingat sejak jaman pra-kemerdekaan banyak bangunan dan instalasi militer di Kota Bandung yang kesemuanya telah menjadi bangunan cagar budaya yang perlu dilestarikan.
Baca juga : Sekolah Penerima Dana Bantuan Diperiksa Kejaksaan Tinggi Sumut
“Museum Kavaleri Indonesia akan menempati bangunan cagar budaya di Jalan Gatot Subroto-Bandung dan direncanakan akan mengabadikan sekitar 20 tank dan panser Kavaleri TNI-AD, yang kesemuanya memiliki kesejarahan panjang Korps Lapis Baja Indonesia, yang telah berusia 73 tahun ini,” kata Mayjen Yanuar Adil di Jakarta, Senin (16/01/2023).
Sejarah mencatat, saat bertempur menghadapi sekutu pada November 1945, arek-arek Suroboyo, sudah menggunakan Combat Tank Light Series (CTLS), tank Bren Carrier dan panser Marmon Herrington hasil rampasan dari tentara Jepang.
Pasca Konferensi Meja Bundar-Den Haag (1949) dan pengakuan Kedaulatan RI, Belanda menyerahkan sekitar 100 unit tank dan panser mereka kepada Korps Kavaleri Indonesia yang dibentuk pada 9 Februari 1950. (KRO/RD/Lina)







