Wanita Open BO Digorok Lantaran “Tipu” Teman Kencan

RADARINDO.co.id – Pekanbaru : Seorang perempuan di Kepulauan Meranti berinisial WI (20), meninggal dunia usai digorok teman kencannya berinisial AI (19). Pelaku nekat melakukan aksi kejinya lantaran kesal sudah transfer Rp400 ribu, tetapi akun malah diblokir korban yang merupakan teman kencan yang dipesan lewat aplikasi MiChat.

Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Kurnia mengatakan, kasus terungkap saat petugas penjaga kos akan membersihkan kamar. Saat pintu dibuka, terlihat seorang wanita tergeletak bersimbah darah. “Saat buka pintu, penjaga kos melihat ada mayat wanita dalam posisi tergeletak dan bersimbah darah di dalam kamar. Kondisi luka bagian leher kiri,” kata Kurnia, baru-baru ini.

Baca juga: Gegara Google Maps, Dua Wanita Tersesat ke Pegunungan

Luka yang ditemukan akibat dari benda tajam atau pisau cutter. Setelah melihat hal tersebut, petugas bernama Eni Mustikawati itu langsung memberitahu kepada pemilik kos. Selanjutnya, pemilik kos menghubungi RT dan dilaporkan ke kepolisian.

Pihak Kepolisian yang mendapat laporan tersebut langsung datang untuk mengevakuasi korban dan mencari barang bukti di lokasi. “Ada luka di leher bekas benda tajam. Kita kumpulkan saksi-saksi dan informasi dari lokasi,” kata Kurnia.

Kasat Reskrim Polres Kepulauan Meranti, Iptu Yohn Mabel mengatakan, kasus itu berawal saat pelaku memesan wanita di aplikasi MiChat untuk kencan. Namun ia justru diblokir.

“Kejadian itu yang kami dapat keterangan pelaku awalnya mereka ada komunikasi melalui MiChat untuk berhubungan badan. Setelah komunikasi, pelaku ada transfer Rp250 dan Rp150 ribu, 2 kali transfer,” katanya.

Setelah itu akun pelaku justru diblokir oleh korban. Selanjutnya pelaku buat akun baru dan melakukan pencarian akun yang sama. “Pelaku komunikasi lagi, tapi dia tidak mau sistem transfer dan minta ketemu. Akhirnya mereka bertemu di kos-kosan dan setelah ketemu di kamar, niat pelaku mau uangnya kembali,” kata Mabel.

Bahkan, pelaku Arif telah membawa pisau cutter yang disembunyikan di balik televisi. Pelaku berencana mengambil HP korban karena tak terima uangnya sudah hilang Rp400 ribu.

Baca juga: Pembayaran Rekening LPJU Pemko Tanjungbalai “Menyimpang”

“Setelah sampai kamar kos, pelaku sempat belikan makan karena korban bilang lapar. Selesai makan, si pria udah tidak pakai baju dan korban baring-baring di atas kasur. Saat tertidur itulah pelaku mau ambil HP dan bawa lari, tapi korban bangun dan terjadi perlawanan dan disayat lehernya,” kata Kasat.

Setelah korban berlumuran darah, pelaku meninggalkan lokasi hingga akhirnya ditangkap di Selat Panjang dan ditemukan HP korban. Pelaku juga mengakui sebagai pembunuh korban. (KRO/RD/Dtk)