Bupati Batu Bara dan Sejumlah Kepala Daerah Terima Arahan dari 12 Menteri

RADARINDO.co.id – Batu Bara : Memasuki hari ke-5 pelaksanaan retret, Bupati Batu Bara, H Baharuddin Siagian, SH, M.Si bersama kepala daerah lainnya mendapat arahan dari 12 Menteri Kabinet Merah Putih yang menjadi pemateri pada sesi ini, di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah, Selasa (25/2/2025).

Pada sesi pertama, Bupati Batu Bara mengikuti kegiatan materi dari Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno dan Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin.

Baca juga: Polda Sumut Dukung Penguatan Program P2L

Setelah itu, materi akan diberikan oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, dan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji.

Kemudian, untuk sesi kedua, materi disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin. Dilanjutkan materi dari Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, serta Menteri Komunikasi dan Digital, Meutia Hafid.

Setelah jeda, sesi ketiga dilanjutkan dengan pemaparan dari Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dan Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman. Sesi terakhir diisi oleh Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Setyo Budiyanto, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dan Jaksa Agung ST Burhanuddin.

Bupati Batu Bara tetap semangat dan serius dalam mengikuti kegiatan ini, terlihat dari ekspresinya saat mengikuti retret. Jadwal yang padat ini dirancang untuk memastikan kepala daerah memahami setiap aspek pemerintahan, mulai dari kesehatan, ekonomi, hingga tata kelola anggaran.

Tak hanya itu, suasana kedisiplinan militer di Akmil memberikan pengalaman langsung dalam menerapkan kepemimpinan yang tegas dan berorientasi pada hasil.

Baca juga: Pelaku Curanmor di Medan Dilumpuhkan Polisi

Puncak dari retret ini adalah sesi paparan langsung dari Presiden RI Prabowo Subianto pada 28 Februari 2025. Dalam sesi tersebut, diharapkan akan ada arahan strategis mengenai pembangunan daerah dalam lima tahun kedepan. Dengan program ini, pemerintah ingin memastikan bahwa kepala daerah tidak hanya memahami teori kepemimpinan, tetapi juga memiliki mental dan disiplin tinggi dalam menjalankan tugasnya. (KRO/RD/AN)