Medan  

Lahan Mangrove di Belawan Diduga Bakal “Disulap” Jadi Depo

RADARINDO.co.id – Belawan : Lahan mangrove seluas sekitar 5 Ha di Lingkungan 9, Kelurahan Belawan Bahari, Kecamatan Medan Belawan, Medan, dieksploitasi oleh oknum pengusaha menggunakan dua unit alat berat beko, Selasa (24/6/2025).

Baca juga: Ungkap 414 Kasus Narkoba, Polda Sumut Selamatkan 1,3 Juta Jiwa

Lahan strategis yang kondisinya berupa rawa-rawa yang berada diantara Jalan Tol Kampung Salam dan jalur sungai Deli dekat ke muara sungai itu, diduga bakal “disulap” untuk dibangun depo (tempat penumpukan container/peti kemas).

“Ada dua unit beko yang sedang bekerja di Paluh Tapak Sepatu. Informasinya akan dibangun depo,” ujar sumber, sembari mengajak awak media ini untuk melihat lokasi yang sedang dieksploitasi.

Menggunakan sepedamotor menelusuri tanggul sungai sejauh sekitar 500 meter, dengan kondisi jalan sempit yang dipenuhi semak-semak, akhirnya media ini tiba dilokasi yang disebutkan sumber.

Dimana, tampak kondisi tumbuhan atau pepohonan di lokasi itu yang terkesan sudah porak poranda akibat ditumbangkan dua unit alat berat tersebut.

“Itu bekonya lagi kerja. Kalau tak salah sudah sekitar seminggu mereka kerja disini,” ujar sumber warga sekitar yang tak mau disebut namanya, sambil menunjuk ke arah dua unit beko.

Sungai Deli yang berada disisi lahan eksploitasi itu kerap melintas kapal-kapal boat nelayan tradisional yang akan berangkat maupun baru pulang melaut.

Aktivitas kedua beko tersebut diduga akan membuat benteng mengelilingi lahan dan selanjutnya diduga akan didatangkan material tanah guna dilakukan penimbunan. Sehingga lahan tersebut nantinya akan berubah menjadi daratan untuk selanjutnya dijadikan depo.

Tidak diketahui siapa oknum pengusaha yang melakukan eksploitasi lahan mangrove yang mestinya sebagai kawasan resapan air tersebut. Namun menurut sumber, ada peran oknum anggota dewan didalamnya.

Sementara, Camat Medan Belawan maupun Lurah Belawan Bahari, hingga berita ini dilansir, belum berhasil dikonfirmasi untuk dimintai tanggapannya terkait hal tersebut.

Baca juga: Diduga Jadi Tempat Maksiat, Puluhan Bangunan Liar Dibongkar

Sebelumnya, sejumlah warga yang memiliki lahan di sekitar lokasi, tepatnya di Paluh Buntung (persis disebelah Paluh Tapak Sepatu), merasa kecewa lahannya diduga diserobot/dicaplok oleh pihak yang disebut-sebut dari PT STTC.

Selanjutnya, warga melakukan aksi demo menuntut tanahnya untuk tidak diganggu. Perjuangan mereka saat itu mendapat dukungan kuat dari Wakil Ketua DPRD Kota Medan, Hadi Suhendra. (KRO/RD/Ganden)