Tragedi Tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali

RADARINDO.co.id – Banyuwangi : Insiden tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali, mengundang kepiluan banyak pihak. Dalam tragedi tersebut, empat orang penumpang dilaporkan tewas, usai kapal tenggelam lantaran diduga mengalami kebocoran diruang mesin.

Baca juga: Polda Sumut Ungkap Ribuan Kasus Narkoba, 1,6 Ton Lebih Narkotika Disita

Kapal tersebut berlayar dari Pelabuhan Ketapang, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (02/7/2025) malam sekitar pukul 22:56 WIB. Namun pada pukul 23:20 WIB tiba-tiba melakukan panggilan darurat, dan selanjutnya dinyatakan sudah tenggelam.

KMP Tunu Pratama Jaya diketahui mengangkut 65 orang, yang terdiri dari 53 penumpang dan 12 kru kapal, serta 22 unit kenderaan.

Tim SAR terus melakukan upaya pencarian mulai dini hari dibantu gabungan Basarnas, TNI/Polri serta Syahbandar, KPLP, ASDP. Tim SAR menerjunkan RIP ke titik terakhir kejadian, guna melakukan evakuasi.

Kepala Badan SAR Nasional, Marsekal Madya TNI Muhammad Syafii mengatakan, 31 orang penumpang KMP Tunu Pratama Jaya, selamat, 4 orang dinyatakan tewas, dan 31 penumpang lainnya masih dalam pencarian.

Sementara, Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Muhammad Masyhud menyatakan, operasi pencarian terus dilakukan.

Baca juga: Hasto Dituntut 7 Tahun Penjara, Pendukung Tak Terima

“Hingga pukul 10.00 waktu setempat, 31 penumpang sudah berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat,” ujar Masyhud kepada awak media di Jakarta, Kamis (03/7/2025) kemarin.

Pencarian dan penyelamatan melibatkan sedikitnya 15 kapal dan satu unit helikopter. Operasi dilakukan secara intensif untuk menemukan korban yang belum ditemukan. (KRO/RD/An)