Fenomena Pria Bercelana Pendek di Banda Aceh, Cermin Lemahnya Penegakan Syariat

Pemerhati kebijakan dan juga tokoh masyarakat Aceh, Drs. Isa Alima

RADARINDO.co.id – Aceh : Tokoh masyarakat Aceh, Drs. Isa Alima, menyoroti maraknya fenomena pria bercelana pendek di ruang publik Banda Aceh yang dinilai mencerminkan lemahnya pengawasan dan kesadaran masyarakat terhadap pelaksanaan Syariat Islam.

Dalam pernyataannya, Isa Alima menegaskan bahwa Aceh memiliki tanggungjawab moral dan spiritual untuk menjaga marwah Syariat Islam yang telah menjadi identitas daerah sejak lama.

Baca juga: Pimpin Upacara di SMKN 9, Kapolsek Sunggal: Jauhi yang Tak Bermanfaat

“Kalau bukan kita yang menjaga marwah Syariah di Aceh, maunya siapa lagi?. Orang luar manalah mungkin,” ujar Isa dengan nada prihatin.

Menurutnya, keberadaan sejumlah pria yang mengenakan celana pendek di tempat umum menunjukkan mulai menurunnya sensitivitas masyarakat terhadap nilai-nilai Islami dalam berpakaian.

Hal ini kata Isa, bukan hanya tanggungjawab petugas Wilayatul Hisbah atau pemerintah, tetapi juga menjadi tugas bersama seluruh lapisan masyarakat Aceh.

Isa mengingatkan bahwa penerapan Syariat tidak akan kuat jika hanya bersandar pada penegakan hukum formal. Kesadaran pribadi dan kepedulian sosial harus berjalan beriringan agar nilai-nilai Islam tetap terjaga dalam kehidupan sehari-hari.

“Syariat itu bukan hanya peraturan, tapi kehormatan kita sebagai orang Aceh. Kalau dibiarkan, nanti generasi muda akan kehilangan arah dan identitasnya,” tambahnya.

Baca juga: Meriahkan HUT ke-80, Brimob Sumut Gelar Downhill Lets Rock Party

Fenomena ini menjadi perhatian banyak pihak, terutama di tengah gempuran budaya global dan media sosial yang semakin mempengaruhi gaya hidup masyarakat.

Tokoh-tokoh agama dan pemerhati sosial diharapkan dapat memperkuat edukasi dan dakwah yang menanamkan kesadaran berbusana sesuai ajaran Islam. (KRO/RD/Is)