Manusia Silver Marak, Pemko Banda Aceh Diminta Bertindak

RADARINDO.co.id – Banda Aceh : Manusia silver semakin marak disejumlah titik persimpangan di Kota Banda Aceh, khususnya di lampu merah Jambo Tape. Kehadiran mereka menuai sorotan dari masyarakat, salah satunya pemerhati kebijakan publik, Drs Isa Alima.

Menurut Isa Alima, praktik mengecat tubuh dengan warna perak sama sekali tidak sesuai dengan nilai-nilai budaya dan Syariat Islam yang berlaku di Aceh.

Baca juga: Sat Narkoba Polres Langkat Kembali Bekuk Tersangka Pemilik Sabu

“Hal ini kurang baik dan tidak cocok di Aceh. Sejak dulu, Aceh yang berlandaskan Syariat tidak pernah mengenal tampilan demikian. Selain tidak sopan secara adat, hal itu juga dapat mengganggu pelaksanaan ibadah,” ujarnya, Selasa (16/9/2025).

Pasalnya sambung Isa, untuk membersihkan diri setelah mengecat tubuh butuh waktu lama serta cairan khusus, sehingga bisa menghambat kewajiban sholat tepat waktu.

Atas dasar itu, Isa meminta Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh segera bertindak, diantaranya menerbitkan regulasi atau melakukan penertiban dengan bijaksana, serta memberi solusi alternatif.

Baca juga: Meriahkan Car Free Day, Ditsamapta Polda Sumut Gelar GPM

“Penertiban bukan hanya sekadar melarang, tapi juga membimbing. Pemko perlu memberikan pembinaan keterampilan atau akses lapangan kerja yang lebih layak, sehingga masyarakat yang bergantung pada profesi manusia silver bisa beralih ke pekerjaan yang sesuai dengan Syariat,” kata Isa Alima.

Isa Alima menilai, fenomena manusia silver yang belakangan juga marak di kota-kota besar di Indonesia, tidak sesuai dengan wajah Banda Aceh sebagai Serambi Mekkah. (KRO/RD/red)