RADARINDO.co.id – Tanjungbalai : TNI AL menggelar latihan Antiakses dan Antiamfibi serta memamerkan tangkapan komoditas logam dan mineral di wilayah Bangka Belitung, Minggu (15/2/2026).
Kegiatan tersebut turut disaksikan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali didampingi Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Dr. (HC) Hidayat Arsani, S.E.
Baca juga: Walikota Tanjungbalai Kunjungi Vihara Tri Ratna
Atihan melibatkan unsur-unsur kapal perang diantaranya KRI Brawijaya-320, KRI Raden Eddy Martadinata-331, KRI John Lie-358, KRI Cut Nyak Dien-375, KRI Tjiptadi-381, KRI Halasan-630, KRI Surik-645, KRI Semarang-594 dan KRI Pulau Fani-731.
Selain itu, TNI AL juga mengerahkan Satgas Udara berupa Pesawat Patroli Maritim CN-235 MPA, Pesud Cassa untuk penerjunan tempur, dua Helikopter Panther, Camcopter Puspenerbal, Drone Kamikaze, Pasukan Pendarat dan Roket Multi Launcher Rocket System (MLRS) Korps Marinir, serta satuan pendukung lainnya yang terintegrasi dalam skenario operasi.
Latihan diwarnai dengan penembakan Meriam 76 MM KRI Raden Eddy Martadinata-331 dan Visit Board Search and Seizure (VBSS) oleh prajurit KRI Brawijaya-320.
MLRS Korps Marinir juga menembakkan roketnya yang menjadi senjata utama dalam pertahanan pantai serta menembakkan GPMG dan MO-60, selanjutnya pasukan pendarat Korps Marinir juga diterjunkan untuk melaksanakan pendaratan amfibi.
Usai gelaran latihan, Kasal meninjau barang bukti hasil pelaksanaan Operasi Keamanan Laut (Opskamla) TNI AL bersinergi dengan Satlap Tri Cakti.
Barang bukti tersebut berupa komoditas timah balok, pasir timah, serta logam tanah jarang (LTJ) antara lain zircon, ilmenite dan monazite yang berhasil diamankan sepanjang Tahun 2025 hingga 2026.
Baca juga: AMB Laporkan Kades Patumbak II Terkait Kasus Dugaan Korupsi
Total berat tangkapan timah tersebut seberat 496,892 ton dan 10.762,117 ton logam tanah jarang. Estimasi nilai yang berhasil diamankan yaitu Rp173.644.528.000.
Keberhasilan tangkapan ini menjadi fokus utama Presiden RI Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto dalam memberantas praktik illegal mining serta penyeludupan sumber daya alam yang merugikan negara dan merusak ekosistem lingkungan. (KRO/RD/HAM)







