Air Mata Sambo Saat Berpelukan, “Pahit” Jenderal

134 views

RADARINDO.co.id-Medan: Kematian Brigade Josua masih terus menghangat dan jadi buah bibir publik. Beragam komentar Netizen “mengkuli” habis mantan Kadiv Propam nonaktif Irjen Sambo yang kini sudah menjadi tersangka.

Selain itu, masih ada oknum Polri yang terkena sanksi dan tindakan kode etik. Masyarakat memuji kinerja Kapolri membuka kasus secara terangbenderang.

Baca juga : Petugas Ciduk Nenek Berusia 61 Tahun Simpan Ganja Dibawah Meja

Sosok Irjen Ferdy Sambo dan Irjen Fadil Imran masih menjadi sorotan Netizen. Salah satunya ada kejanggalan pelukan Irjen Ferdy Sambo bersama Kapolda Metro Jaya, Irjen Fadil Imran banyak dikaitkan dengan berbagai hal.


Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran sangat dekat dengan Ferdy Sambo yang sekarang ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan Brigadir Nofriyansyah Yoshua Hutabarat alias Brigadir J.

Tak lama setelah peristiwa baku tembak 8 Juli 2022 di rumah dinas Kadiv Propam yang waktu itu masih dijabat oleh Sambo, kedua bertemu sambil berpelukan erat. Fadil bahkan mencium kening Sambo, oh my god.

Fadil mendatangi Sambo di ruang kerjanya. Tidak diketahui apa yang mereka perbincangkan. Mungkin saja mereka membahas baku tembak yang menewaskan Brigadir Josua, mungkin juga tidak.

Tapi, kalau benar-benar baku tembak, untuk apa Fadil menjumpai Sambo? Kan dia tidak akan kena apa-apa? Lagi pula, mesin Humas Polri kan sudah menjelaskan kepada publik bahwa yang terjadi adalah tembak-menembak.

Apalagi Sambo dikatakan tidak ada di TKP, tidak berada di rumah dinasnya. Dia waktu itu sedang tes PCR di luar. Begitu kan penjelasan resmi waktu itu.

Mengapa Sambo sampai haru mungkin lebih pas dikatakan risau, resah, cemas sekali ketika jumpa Fadil? Mengapa adegan berpelukan itu terlihat sangat syahdu sekali? Pak Fadil seakan membisikkan dukungan, tenang saja Bro, enggak apa-apa itu, “pahit” jenderal.

Kelihatannya Pak Fadil punya firasat buruk ketika bertemu Sambo itu. Dan ternyata benar. Sambo sekarang menjadi tersangka pembunuhan Brigadir Josua. Tembak-menembak itu tidak terbukti. Yang terjadi adalah penembakan.

Pembunuhan atas perintah Sambo, kata Kapolri dalam jumpa, memerintahkan penembakan Brigadir Josua. Pastilah Pak Fadil merasa kasihan. Empati yang setulus-tulusnya atas apa yang terjadi.

Tapi, kapan Pak Fadil ada waktu untuk membezuk Sambo yang sejak beberapa hari lalu diamankan di Mako Brimob, Depok? Perlulah dipeluk lagi. Anggap saja kunjungan silaturahmi lanjutan.

Masa iya teman dekat seiring-sejalan, seiya sekata, tak dijenguk? Tak mungkinlah itu. Apa lagi Fadil sendiri punya sejarah perjuangan yang berat ketika terjadi pembunuhan enam pengawal H125 dalam peristiwa KM-50.

Lagi pula, Kapolres Jakarta Selatan Kombes Budhi Herdi Susianto kan anak buah Pak Fadil. Dia ikut tersangkut dalam kasus pembunuhan Brigadir Josua.

Siapa tahu Pak Budhi Herdi kebetulan juga ada di Mako Brimob. Bagus sekali kalau Pak Kapolda jumpai beliau sekadar menyatakan dukungan moril.

Lebih bagus lagi kalau Pak Fadil bisa menginap beberapa malam di Mako untuk menunjukkan solidaritas dan dukungan kepada Sambo. Kemungkinan kepada Kombes Budhi kalau serkiranya dia juga ditahan di Mako.

Kalau menginap lama, berminggu-minggu misalnya, harus ada izin atau perintah dari Kapolri, kan? Kalau mau menunggu dulu perintah atau izin Kapolri untuk nginap panjang di Mako, tentu tidak apa-apa juga.

Tatkala Irjen Ferdy Sambo menangis di pelukan Kapolda Metro Jaya Irjen Mohammad Fadil Imran. Momen itu terjadi saat Fadil mendatangi ruang kerja Sambo di Mabes Polri, Kamis (14/7) lalu.

Momen itu terekam video yang beredar di media sosial. Fadil yang memasuki ruangan langsung disambut Sambo. Keduanya lantas berjabat tangan dan berpelukan.

Saat berpelukan wajah Sambo terlihat tersedu. Fadil lantas memeluk Sambo dengan kedua tangannya dan menepuk punggung jenderal Polri bintang dua itu. Fadil juga mencium kening Sambo dan kembali memeluknya erat.

Atas kejadian itu, kuasa hukum keluarga Brigadir Josua, Kamaruddin Simanjuntak menyindir tindakan kedua jenderal polisi tersebut. Ia menilai tingkah yang dilakukan Fadil dan Sambo layaknya kartun Teletubbies.

Baca juga : Gorok Leher Istri Pakai Pisau Pemotong Daging, Begini Tindakan Polsek Jenggawah

Ia lalu memandang kedekatan Fadil dan Sambo berpotensi membuat penyidikan kasus kematian Brigadir Josua tak akan objektif.

“Karena kita lihat itu bahwa Kadiv Propam main teletubies dengan Kapolda Metro Jaya itu peluk-pelukan sambil nangis-nangisan, jadi kami ragukan juga objektivitasnya,” kata Kamaruddin di Bareskrim Polri, sesuai dikutip dari berbagai sumber.

Mabes Polri mengklaim penyidikan kasus penembakan Brigadir Josua tak akan terpengaruh pertemuan Irjen Ferdy Sambo dengan Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran beberapa waktu lalu. Tindakan tegas Kapolri patut diberi acungan jempol. (KRO/RD/Tim)