RADARINDO.co.id – Jakarta : Ancaman kasus penipuan digital, khususnya di Indonesia, semakin mengkhawatirkan. Berdasarkan hasil riset terbaru Global Anti Scam Alliance (GASA), menunjukkan dua dari tiga orang dewasa di Indonesia mengalami paparan penipuan dalam setahun terakhir, dengan total kerugian mencapai Rp49 triliun atau rata-rata Rp1,7 juta per orang.
Baca juga: Atasi Kredit Macet, BRI BO Kisaran Teken MoU dengan Kejari Batu Bara
Data tersebut diungkap dalam laporan “State of Scams in Indonesia 2025”, yang diluncurkan GASA bersama Mastercard dan Indosat Ooredoo Hutchison (IOH).
“Setiap kasus penipuan di Indonesia memiliki wajah manusia di baliknya orangtua yang kehilangan tabungan, mahasiswa yang takut melaporkan kejahatan, atau pelaku UMKM yang tidak bisa bangkit kembali. Penipuan tidak hanya mengambil uang, tetapi juga kepercayaan antar manusia,” ujar Brian D. Hanley, GASA APAC Director di Kantor Google Indonesia, Jakarta, dikutip, Senin (03/11/2025).
Karena itu, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat sipil diminta harus bersatu untuk membangun kembali kepercayaan digital bersama.
Laporan GASA mengungkapkan, 66%orang dewasa di Indonesia mengalami penipuan digital dalam 12 bulan terakhir, dan 35% diantaranya benar-benar menjadi korban. Sekitar 14% mengalami kerugian finansial, sementara saluran paling sering digunakan pelaku adalah pesan instan dan SMS.
Sebanyak 34% responden menilai lembaga publik, terutama pemerintah, memiliki tanggungjawab utama dalam melindungi masyarakat dari ancaman penipuan digital.
Sementara itu, Ketua GASA Indonesia Chapter sekaligus Chief Legal & Regulatory Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Reski Damayanti, menyebut penipuan digital kini menjadi tantangan serius bagi kepercayaan publik.
“Penipuan digital telah merugikan masyarakat di seluruh Indonesia-mengikis kepercayaan, menguras keuangan, dan mengancam keamanan konsumen sehari-hari,” kata Reski.
Baca juga: Polda dan Pemprov Sumut Tertibkan Tempat Hiburan di Langkat
Untuk melindungi publik dan memulihkan kepercayaan, Indonesia perlu memperkuat sistem pencegahan penipuan dengan teknologi canggih seperti AI, didukung kemitraan kuat dan regulasi yang jelas.
“GASA Indonesia dan para anggotanya berkomitmen untuk menciptakan lingkungan digital yang aman, inklusif, dan terpercaya bagi seluruh masyarakat Indonesia-melalui kolaborasi, inovasi, dan tanggungjawab bersama,” tuturnya. (KRO/RD/Dtk)







