Medan  

Armada Proyek Pembangun Islamic Centre Rusak Jalan Tangkahan Martubung

RADARINDO.co.id-Belawan: Diduga akibat mobilisasi armada kendaraan pengangkut bahan material kebutuhan Proyek Islamic Centre, Jalan Tangkahan Lingkungan XII Kelurahan Besar Kecamatan Medan Labuhan rusak parah.

Pantauan RADARINDO.co.id GROUP KORAN RADAR, Senin (14/11/2022) siang bahwa kerusakan Jalan Tangkahan Martubung itu terjadi sekitar sepanjang 50 meter, mulai dari pertengahan pajak monza hingga ke hilir.

Baca juga : Misteri Akumulasi Pabrik Minyak Goreng PT. INL Rugi, Siapa “Dosa” Siapa (1)

Tampak permukaan jalan berlumpur dan dipenuhi lobang. Sehingga jalan tersebut tidak dapat atau sulit untuk dilalui. Warga sekitar bernama Ari (43) dan Hisar serta beberapa warga lainnya merasa sangat kecewa dengan kondisi jalan rusak tersebut.

“Kami bukannya gak suka dengan adanya proyek ini, tapi jangan lah sampai merusak jalan. Dan kalau sudah rusak begini ya tolong lah segera diperbaiki, jangan dibiarkan berlama-lama”, ujar Ari kecewa.

Warga menuturkan bahwa kenderaan proyek yang melewati jalan itu yakni berupa truk berukuran besar yang mengangkut material proyek seperti tiang pancang sheet file, ribuan batang bambu untuk cerocok, puluhan ribu kubik tanah timbun dan lain-lain.

Sehubungan dengan rusaknya Jalan Tangkahan Martubung itu, Pelaksana Lapangan dari PT. Agha Rafan Hidayat, Heppy Panjaitan kepada RADARINDO.co.id Senin siang di lokasi proyek mengatakan telah beberapa kali memperbaiki jalan tersebut namun karena hujan jalan itu kembali rusak.

“Sudah dua kali kami timbun. Pertama pakai tanah karak campur batu, lalu pakai sirtu, tapi karena hujan ya habislah”, ujar Heppy membela diri.

Ia kemudian mengatakan bahwa yang mengakibatkan jalan itu rusak bukan hanya dari armada proyek mereka tapi juga ada armada proyek lain yang melewati jalan itu.

“Proyek disini bukan ini aja pak, ujar Heppy sambil menunjuk proyeknya, tapi juga ada proyek lain yang sedang kerja disini. Tapi kami sudah kordinasi dan besok jalan rusak itu mau kami timbun kembali”, ujar Heppy.

Pantauan dilapangan terlihat ada 3 proyek Tahun Anggaran 2022 yang sedang berlangsung pelaksanaannya di sekitar kawasan itu, yakni proyek Pematangan Lahan Untuk Pembangunan Islamic Centre berbiaya Rp22 Miliar lebih, proyek Jembatan Islamic Centre berbiaya Rp6 Miliar lebih, dan proyek Penyediaan Kolam Retensi Di Griya Martubung senilai Rp39 Miliar lebih.

Baca juga : Gubsu : Jadilah Korps Yang Membanggakan Polri

Mengomentari jalan rusak akibat adanya aktifitas proyek tersebut, salah seorang aktivis pemerhati sosial, Z. Limbong sangat menyayangkan hal itu. Menurutnya kerusakan jalan akibat lalu lintas kenderaan proyek bisa diantisipasi jika dilakukan kajian mendalam terlebih dahulu sebelum proyek dilaksanakan.

Mestinya pemerintah melakukan kajian mendalam terlebih dahulu sebelum pelaksanaan proyek itu. Misalnya bagaimama kondisi struktur jalan yang akan dilalui kenderaan proyek. Apakah perlu perkerasan atau bagaimana.

“Dimana hal itu perlu dilakukan agar warga masyarakat sekitar merasa tidak dirugikan selama berlangsungnya pelaksanaan proyek. Kan begitu”, ujarnya.

Atau jangan-jangan, sambungnya, mungkin proyek itu tidak melalui kajian terlebih dahulu, sehingga terjadi kerusakan jalan. Kalau memang itu yang terjadi ya sangat disayangkan sekali, ujarnya. (KRO/RD/Ganden)