FPM Sumut Tuding Kegiatan Bimtek Deli Serdang Abal-abal

RADARINDO.co.id-Medan: Forum Pemuda Mahasiswa (FPM) menilai kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) yang dilaksanakan atau diadakan PT. MAS seluruh desa yang ada di Kabupaten Deli Serdang dengan konsep Desa digital yang diselenggarakan selama 3 hari dari tanggal 27 sampai 30 November 2022 diadakan di hotel Redisson dan hotel Maradhika di Medan diduga terjadi mar up.

Tudingan yang disampaikan FPM yang memiliki sekretariat di Jln Tuamang No. 170 Medan
tersebut mengarah pada tindakan yang diduga melanggar hukum mengarah pada tindakan pidana.

Baca juga : Proyek Pengendalian Banjir Sungai Deli Tak Pakai Pagar Pengaman

Forum Pemuda Mahasiswa Sumatera Utara mengatakan mereka menduga panitia pelaksanaan menggunakan lembaga yang tidak relevan sesuai dengan surat edaran Mendagri terkait lembaga Bimtek.

“Materi yang ditawarkan tidak urgen seperti halnya dengan pemateri dan kemenaker yang kami nilai sama sekali tidak ada relevansinya dengan tema dan tujuan kegiatan,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (02/12/2022).

Forum Pemuda Mahasiswa Sumatera Utara juga menduga pihak hotel bersekongkol dengan pihak lembaga terkait biaya yang dikeluarkan.

Demikian disampaikan dalam orasi unjuk rasa mereka yang digelar di depan hotel Maradhika Jln Dr Mansyur Setiabudi, Medan.

Selain itu, mereka yang menggelar aksi damai mengatakan, “Mengapa Bimtek Deli Serdang dilaksanakan di hotel-hotel yang ada di Medan kenapa nggak di Deli Serdang saja adapun anggaran yang dikeluarkan dari peserta Bimtek tersebut yaitu Rp5 juta untuk satu peserta dari 340 peserta dari keseluruhan 380 desa yang ada di seluruh kabupaten Deli Serdang jadi nilai keseluruhan sebesar Rp1,7 miliar,” tegasnya.

Mereka jug mengingat besarnya dana yang dikeluarkan oleh desa dan adanya dugaan terjadinya mark up pada kegiatan tersebut. Forum Pemuda dan Mahasiswa Sumut mempertanyakan perihal kegiatan Bimtek tersebut yang menggunakan dana desa yang seharusnya diselenggarakan di satu tempat saja.

“Patut dipertanyakan kenapa harus PT. MAS yang menyelenggarakan kegiatan ini, yang seharusnya Lembaga yang patutnya mengadakan acara tersebut,” ungkapnya lagi.

Forum Pemuda mahasiswa Sumut menilai dan menduga Bintek yang dilaksanakan adalah bimtek abal-abal, ucap mahasiswa.

Baca juga : Kejagung Periksa 3 Saksi Perkara PT Waskita Beton Precast

Apalagi ditambah dengan masukan dari peserta mengatakan untuk konsumsi sendiri dari hari pertama tidak sesuai apa yang diharapkan ditambah lagi dengan 1 kamar bagi 2 orang, dengan anggaran dana 5 juta/peserta dengan 340 dari 380 desa desa.

Diduga panitia pelaksana tidak becus dengan diselenggarakan Bimtek yang diadakan tersebut dan diduga ada bisnis pribadi yang menyangkut kegiatan ini, ungkap Forum Pemuda Mahasiswa Sumatera Utara.

FPM Sumut minta Kajatisu dan Kapolda Sumut untuk memanggil pihak penyelenggara kegiatan diduga terjadi mark up anggaran. Hingga berita ini dilansir, Kadis PMD Pemkab Deli Serdang belum berhasil di konfirmasi. (KRO/RD/HD)