Istri Komisaris Utama Sritex Diperiksa Kasus Pemberian Kredit

RADARINDO.co.id – Jakarta : Kejaksaan Agung (Kejagung), melakukan pemeriksaan terhadap Megawati Budiono, yang merupakan istri Komisaris Utama PT Sri Rejeki Isman TBK (Sritex) Iwan Setiawan Lukminto (ISL), sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi pemberian kredit kepada Sritex.

Baca juga: Terbongkar, Praktik Curang Perdagangan Beras Rugikan Konsumen Hingga Rp99 Triliun

Megawati diketahui menjabat sebagai Direktur Utama (Dirut) PT Griya Asri Sejahtera, anak perusahaan Sritex.

“Iya (sedang diperiksa) Megawati istri dari Iwan Setiawan, selaku Direktur Utama PT Griya Asri Sejahtera,” ujar Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Harli Siregar, Kamis (26/6/2025).

Harli mengatakan, pemeriksaan terhadap Megawati berlangsung sejak pagi. Sejauh ini, Kejagung telah menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus korupsi pemberian kredit.

Tiga tersangka itu adalah DS (Dicky Syahbandinata) selaku Pemimpin Divisi Korporasi dan Komersial PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (BJB) Tahun 2020.

Kemudian, Zainuddin Mappa (ZM) selaku Direktur Utama PT Bank DKI Tahun 2020, serta Iwan Setiawan Lukminto (ISL) selaku Direktur Utama PT Sritex Tahun 2005–2022.

Angka pinjaman dari BJB dan Bank DKI mencapai Rp692 miliar dan telah ditetapkan sebagai kerugian keuangan negara karena pembayaran kredit yang macet.

Hingga saat ini, Sritex tidak dapat melakukan pembayaran karena sudah dinyatakan pailit sejak Oktober 2024 lalu. Namun, berdasarkan konstruksi kasus, Sritex memiliki total kredit macet hingga Rp3,58 triliun.

Angka ini didapat dari pemberian kredit kepada sejumlah bank daerah dan bank pemerintah lain yang dasar pemberian kreditnya masih ditelusuri oleh penyidik.

Baca juga: Pelaku Pembunuh Lima Warga Aceh Berhasil Ditangkap

Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah (Bank Jateng) diketahui memberikan kredit sebesar Rp395.663.215.800. Sementara, sindikasi bank yang terdiri dari Bank BNI, Bank BRI, dan LPEI juga memberikan kredit dengan total keseluruhan kredit mencapai Rp2,5 triliun. (KRO/RD/KM)