Kades Kepau Jaya Bagikan Hasil Ketahanan Pangan Nabati Tahun 2023

27

RADARINDO.co.id – Kampar : Program ketahanan Pangan yang dikelolah Pemerintah Desa Kepau Jaya, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, hasil panennya cukup lumayan.

Hasil panen cabe merah yang cukup memuaskan, dibagikan Kades Kepau Jaya, Lisanor, Kamis (07/9/2023) kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Baca juga : Polres Sergai Morivasi dan Hibur Tahanan di RTP

Kades Kepau Jaya, Lisanor didampingi Ketua BPD Zamri S.Pd para Kaur dan Kasi Desa Kepau Jaya, membagikan hasil ketahanan pangan tahun 2023 berupa cabe merah kepada 100 warga KPM. Masing-masing KPM menerima cabe merah seberat 1/2 Kg.

Dalam arahannya, Ketua BPD  Zamri S.Pd menyampaikan, pembagian hasil program ketahanan pangan nabati tahun 2023 Desa Kepau Jaya berupa cabe merah. “Biarpun sedikit yang dibagi, haruslah kita syukuri,” kata Zamri.

Salah seorang KPM bernama Tuani dari RT 01/RW 01, mengucapkan terimakasih kepada Kades Kepau Jaya serta seluruh perangkat desa yang telah memberikan hasil ketahanan pangan kepada warga. “Semoga program Ketahanan Pangan yang di laksanakan Desa Kepau Jaya bisa terus bermanfaat dan dapat membantu masyarakat,” ucapnya.

Sementara, Kades Kepau Jaya, Lisanor mengatakan, pada program tersebut pihaknya menggunakan 20% Dana Desa demi mensejahterakan masyarakat di bidang ketahanan pangan nabati atau hewani.

Pada program Ketahanan Pangan Nabati tahun 2023, Desa Kepau Jaya telah melakukan panen raya cabe merah pada tanggal 30 Agustus 2023 lalu, telah direalisasikan sebanyak 50 KPM. Untuk hasil panen tanaman cabe merah ini lanjutnya, pihaknya telah merealisasikan sebanyak 100 KPM.

Baca juga : DPW IWOI Sumut Terima SK dari Bakesbangpol Pemprovsu

Menurutnya, program Kemendes tentang ketahanan pangan sangat bermanfaat bagi masyarakat. Terbukti, hasilnya bisa dirasakan masyarakat. “Melalui ketahanan pangan ini, masyarakat juga bisa memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam sayur-sayuran. Jangan bermalas-malasan, segera laksanakan dan manfaatkan halaman rumah untuk bercocok tanam demi kebutuhan keluarga dan bisa mengurangi biaya kebutuhan hidup,” pungkas Lisanor. (KRO/RD/SM)