Kepling 14 Kelurahan Tegal Sari Mandala II Medan Diduga Jadi “Mafia” Bansos

201

RADARINDO.co.id – Medan : Oknum Kepala Lingkungan (Kepling) 14, Kelurahan Tegal Sari Mandala II Medan Denai, Kota Medan, berinisial DS, diduga jadi “mafia” bantuan sosial (bansos) atau diduga menyelewengkan bantuan sosial dan tebang pilih untuk mendata peserta diwilayah kerjanya.

Baca juga : Dikonfirmasi Terkait STID, Dua Pengawas Kayu Balok Malah Tantang Wartawan

Tak ayal lagi, tindakan oknum DS membuat resah warga, khususnya yang tinggal di Lingkungan 14, Kelurahan Tegal Sari Mandala II Medan Denai, Kota Medan.

Hal itu diungkapkan sejumlah warga Lingkungan 14, Kelurahan Tegal Sari Mandala II yang tidak mau disebutkan namanya kepada wartawan, Rabu (08/5/2024) di Medan.

Menurut mereka, DS diduga telah menyalahi dan menyembunyikan barcode bantuan PKH berupa uang tunai. Hal tersebut lanjut mereka, merupakan kejadian yang kedua kalinya dilakukan DS.

“Bahkan ada warga yang tidak pantas menerima bansos tetapi diberikan dengan cara pengalihan oleh kepala lingkungan. Pembagian barcode bansos tersebut tidak merata, ada beberapa warga yang tidak diberitahukan atas pencairan bantuan tersebut, salah satunya RS warga Lingkungan 14 Kelurahan Tegal Sari Mandala II,” sebut mereka.

Baca juga : Dalam Sepekan, Polda Sumut Berhasil Ringkus 230 Tersangka Jaringan Narkoba

Ironisnya lagi, hal itu diduga diketahui oknum Lurah maupun Camat. Namun hingga saat ini belum ada tindakan berarti yang diberikan kepada oknum Kepling DS.

“RS sempat menuntut beberapa hari yang lalu di kantor lurah dan menemui Kepling DS. Ada bukti videonya. Bahkan videonya viral di salah satu groub komunitas anak Perumnas Mandala. Saat ditanyakan warga dimana barcodenya, jawab Kepling tidak tau lagi aku udah dimana,” ungkap warga.

Warga berharap kepada pihak terkait, khususnya Walikota Medan, Bobby Nasution, memberikan tindakan tegas terhadap oknum Kepala Lingkungan 14, Kelurahan Tegal Sari Mandala II Medan Denai, Kota Medan berinisial DS serta oknum-oknum yang terlibat. Sehingga kedepannya tidak ada terjadi lagi “kekejian” yang dilakukan para “mafia” bansos. (KRO/RD/Bun)