RADARINDO.co.id – Medan : Seorang warga bernama (40) Hendra Agustian Harahap (40), warga Jalan Jermal XV Ujung, Desa Bandar Setia, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, mengalami penganiayaan dari sejumlah orang hingga berdarah-darah.
Bahkan, akibat penganiayaan yang dilakukan sekitar 6 orang yang diduga merupakan warga Jalan Jermal XV, Deli Serdang itu, tangan sebelah kanan korban, sulit untuk digerakan.
Baca juga: Aksi Demo Jangan Menambah Deretan Luka Negeri
Tak terima atas peristiwa yang dialaminya, korban yang akrab disapa Hendra itu langsung melaporkan insiden tersebut ke Mapolsek Medan Area pada 05 Agustus 2025, dengan melampirkan sejumlah barang bukti, diantaranya hasil visum.
Namun mirisnya, laporan yang dilayangkan korban “ngendap” di Polsek Medan Area. Hingga kini, para pelaku masih bebas berkeliaran tanpa ada tindakan berarti dari aparat penegak hukum.
Hendra menceritakan, kejadian bermula saat dirinya mengendarai mobil pick up di Jalan Jermal hendak bekerja dan ingin menjemput rekannya. Saat akan memasuki sebuah gang, Hendra menyalakan klakson mobil.
Klakson dibunyikan sebagai inisiatif Hendra agar seseorang yang berada di gang mengetahui kalau ada kenderaan hendak masuk, sehingga tidak terjadi tabrakan.
Namun katanya, salah seorang pria pengendara sepedamotor malah memakinya dengan kata-kata kasar. Meski begitu, Hendra mengabaikan makian pengendara tersebut, dan meneruskan perjalanan.
“Pria itu memaki saya dengan kata-kata kasar, mungkin karena merasa tersinggung dengan klakson mobil yang saya bunyikan. Namun saya tidak menggubris karena itu hal sepele, dan saya langsung melanjutkan perjalanan,” ungkap Hendra kepada media, Senin (01/9/2025).
Tanpa diduga, sekembalinya Hendra bersama rekannya dari gudang tempatnya bekerja, mobil yang dikendarainya dihadang pria yang memakinya. “Namun, pria itu tidak sendiri, dia bersama teman-temannya sekitar 5 orang,” katanya.
Tak hanya datang beramai-ramai, para pelaku juga membawa sejumlah benda berupa balok dan besi. Antara korban dan para pelaku sempat cekcok hingga berujung pada penganiayaan.
Korban digebuki pakai balok dan besi hingga mengakibatkan dirinya mengalami sejumlah luka dan berdarah-darah. Beruntung bagi temannya tidak sempat mendapat pukulan dari para pelaku lantaran langsung melarikan diri.
Baca juga: BRI BO Kisaran Silaturrahmi dengan Kapolres dan Kejari Asahan
Usai kejadian, Hendra langsung melaporkan insiden yang dialaminya ke Mapolsek Medan Area. Laporan itu teregister dengan nomor: STTLP/B/549/VIII/2025/SPKT/POLSEK MEDAN AREA/POLRESTABES MEDAN/POLDA SUMATERA UTARA.
Meski sudah membuat laporan resmi berikut melampirkan bukti, tetapi para pelaku hingga kini masih bebas berkeliaran. Disinyalir, laporan korban “dipetieskan” oleh pihak Kepolisian lantaran diduga tidak ada “pelicin”.
Korban berharap, laporannya segera ditindaklanjuti dan menangkap para pelaku. “Tetapi, hingga kini para pelaku belum juga ditangkap. Saya meminta keadilan, polisi harus segera menangkap para pelaku,” tukasnya. (KRO/RD/Tim)







