RADARINDO.co.id – Jakarta : Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), digadang-gadang bakal mengelola tujuh Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Hal itu dilakukan guna mengoptimalkan aset-aset negara, dalam hal ini aset BUMN.
Kepala Danantara, Muliaman Hadad mengatakan, ketujuh BUMN tersebut yakni PT Pertamina, PT PLN, BRI, BNI, Mandiri, PT Telkom, dan MIND ID. Perusahaan-perusahaan plat merah itu kini mulai dipanggil oleh tim Danantara secara bertahap.
Baca juga: Gedung MIS AR Ridha Amplas Dibobol Maling
“Kita tadi ngobrol-ngobrol lagi. Nanti tentu saja dengan semuanya yang tujuh yang akan diserahkan ke Danantara. Lebih banyak perkenalan sebetulnya. Tidak ada hal-hal khusus. Komunikasi pendahuluan saja,” ujar Muliaman, baru-baru ini.
Menurutnya, proses pemindahan tujuh perusahaan negara tersebut ke Danantara akan dilakukan sesegera mungkin. Namun skema investasi yang dijalankan Danantara kedepannya belum dipastikan lebih detail. Usai penggabungan 7 BUMN tersebut, Investment Authority (INA) juga akan dipindahkan ke Danantara.
Untuk diketahui, Danantara adalah lembaga baru yang dibentuk oleh Presiden Prabowo Subianto dengan tujuan mengoptimalkan aset-aset negara, dalam hal ini BUMN. Pembentukan Danantara nantinya berwujud seperti GIC atau Temasek alias perusahaan holding yang berfokus pada investasi global yang dimiliki oleh pemerintah Singapura. (KRO/RD/CNN)







