RADARINDO.co.id – Asahan : Pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SMKN 1 Tinggi Raja Kabupaten Asahan tahun anggaran (TA) 2023 dengan sumber dana dari APBD sebesar Rp 2.728.240.631, terkesan asal jadi.
Ironisnya, meski proyek miliaran rupiah yang dikerjakan rekanan Anugrah Bersama Engineering tersebut terkesan asal jadi, namun pihak terkait sepertinya tutup mata dan “ogah” melakukan pengusutan.
Baca juga: Kejagung Didesak Usut Dana PEN Kabupaten Batu Bara TA 2020 Sebesar Rp 78 Miliar
Aparat penegak hukum sendiri sepertinya kurang bergeming mengusut kasus korupsi yang terjadi pada pembangunan sekolah, khususnya di Sumatera Utara (Sumut), meski dibangun dengan rakyat hingga merugikan keuangan negara.
Hal itu diungkapkan oleh Ketua Lembaga Pemerhati Pengkajian Pembangunan dan Sosial Sumatera Utara (LP3S Sumut), H Jaya Simanjuntak di Medan, Jum’at (04/10/2024).
Disebutkannya bahwa pembangunan USB tersebut terdiri dari 4 ruang siswa, 4 ruang mobiler, 1 ruang guru dan mobiler, serta 1 ruang Kepala Sekolah (Kepsek) dan mobiler.
Namun kondisi bangunan saat ini diduga sudah mengalami kerusakan seperti pada bagian pintu, kusen, dan jendela karena diduga memakai kayu sembarang. Selain itu, atap seng juga sudah terlihat bocor dan tembok sudah pada retak-retak, akses jalan ke lokasi juga diduga belum tersedia.
Atas kesan ketidakpedulian tersebut, membuat Jaya Simanjuntak semakin ragu dengan kinerja aparat penegak hukum dalam hal melakukan pemberantasan korupsi khususnya yang terjadi di Sumut.
Pasalnya, meski korupsi terjadi di semua pembangunan sekolah di Sumut secara terang-terangan, namun semua terkesan terabaikan. “Ada pemanggilan, tapi ujung dari pemeriksaannya yang tak jelas,” tandas Jaya Simanjuntak.
Jaya menyebut, pembangunan USB SMKN 1 Tinggi Raja diduga tidak sesuai spesifikasi teknis proyek. Dimana, pengerjaannya tampak berantakan serta terkesan asal jadi dan serampangan. “Kita minta segera dilakukan pengusutan terhadap pekerjaan tersebut,” ungkap Jaya Simanjuntak.
Baca juga: Begal Kembali Bikin Resah, Korbannya Pria Setengah Baya
Hasil investigasi pihaknya di lapangan yang telah mendokumentasikan foto dan video hasil pekerjaan di lokasi, terlihat pekerjaan pembangunan USB SMKN 1 Tinggi Raja tersebut tidak seperti layaknya proyek yang dibiayai pakai uang negara.
Atas dasar itu, pihaknya sedang menyiapkan laporan terkait pekerjaan pembangunan USB yang tampak berantakan tersebut.
Menurut Jaya, kasus serupa juga diduga terjadi didaerah lain di Sumut. Semua proyek pembangunan sekolah, baik itu pembangunan USB maupun rehab sekolah, dikerjakan tidak sesuai spesifikasi teknis, namun minim pengusutan.
Hingga berita ini dipublikasikan, Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdis) Wilayah V Kisaran (Asahan), Drs Abdul Kadir Simorangkir belum dapat terkonfirmasi. (KRO/RD/red-Win)







