RADARINDO.co.id – Sumut : Temuan kayu gelondongan yang terseret bencana banjir bandang di wilayah Tapanuli, Provinsi Sumatera Utara (Sumut) pada akhir November 2025 lalu, terus diusut pihak Kepolisian.
Setidaknya, sudah ada belasan orang diperiksa Bareskrim Polri sebagai saksi terkait kasus tersebut. “17 orang (telah diperiksa),” kata Dirtipidter Bareskrim Polri, Brigjen Pol Mohammad Irhamni, Senin (15/12/2025).
Baca juga: Polisi Kantongi Nama Tersangka Pembalakan Liar di Tapsel
Dalam proses penyelidikan, pihak Kepolisian juga melibatkan keterangan ahli. Kendati demikian, Polisi belum mengungkap lebih jelas terkait latar belakang maupun bidang keahlian para ahli yang dimintai pendapat.
Sebelumnya diberitakan, misteri kayu gelondongan yang hanyut terseret banjir bandang di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumut, mulai menemukan titik terang. Polisi mengaku telah mengantongi nama tersangka terkait pembalakan liar.
Proses penyidikan di wilayah itu juga telah ditingkatkan setelah tim satgas khusus dibentuk. “Kami bentuk Satgas di Tapanuli, kemarin kita sudah naikkan sidik. Tersangka juga sudah kita temukan,” kata Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Ia menjelaskan bahwa langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, juga telah meninjau langsung lokasi terdampak sehari sebelumnya.
Kapolri menyebut, aktivitas pembalakan liar menjadi salah satu faktor yang memperparah risiko banjir di berbagai daerah. Oleh karena itu, ia meminta seluruh tim bekerja cepat dan hasil penanganan segera disampaikan kepada publik.
Baca juga: Polres Langkat Kawal Kunjungan Prabowo ke Lokasi Pengungsian Korban Banjir
“Tim semua saya minta bekerja dan segera di-publish sehingga masyarakat bisa dapatkan informasi,” kata Sigit.
Selain Tapanuli Selatan, polisi juga tengah menangani dugaan perambahan hutan di Aceh Tamiang. Namun Kapolri menyebut detail temuan di wilayah itu masih menunggu laporan resmi dari tim. (KRO/RD/KMP)







