RADARINDO.co.id – Tanjungbalai : Wakil Walikota Tanjungbalai, Muhammad Fadly Abdina, menghadiri sekaligus menjadi narasumber dalam rapat koordinasi (rakor) pengembangan dan pembinaan kota/kabupaten tanggap ancaman narkoba yang diselenggarakan BNN Kota Tanjungbalai, di Raja Bahagia Resto, Jum’at (01/8/2025).
Baca juga: Warga Papua Demo di Belawan, Tuding PT Pelindo “Maling” Besi
Dalam arahannya, Wakil Walikota Tanjungbalai, Muhammad Fadly Abdina, memaparkan materi peranserta Pemerintah Kota Tanjungbalai dalam mendukung program Kota Tanggap Ancaman Narkoba (KOTAN) dengan penerapan Perda P4GN.
Muhammad Fadly menyatakan, rakor ini sangat penting agar semua memiliki pemahaman, tekad, dan langkah yang sama, dalam merumuskan dan melaksanakan program kebijakan kota/kabupaten tanggap ancaman narkoba. Karena penyalahgunaan narkotika dan prekursor narkotika sangat berbahaya bagi masa depan bangsa.
“Narkoba merupakan ancaman nyata bagi masyarakat, khususnya generasi muda. Terlebih lagi kita akan menghadapi bonus demografi, sehingga hal ini harus mendapatkan perhatian serius,” ungkapnya.
Oleh karena itu sambungnya, pemberantasan narkoba bukan hanya tugas satu pihak saja, bukan hanya tugas BNN, bukan hanya tugas Polri, tetapi menjadi tugas dan tanggungjawab bersama, seluruh komponen bangsa.
Sebagai langkah awal P4GN, Pemerintah Kota Tanjungbalai telah mengeluarkan Surat Edaran Walikota Tanjungbalai Nomor : 300/3712 tahun 2025 dalam rangka Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) dan Prekursor Narkotika kepada para pelaku usaha hotel, penginapan dan tempat hiburan malam di Kota Tanjungbalai.
Sebelumnya, Kepala BNN Kota Tanjungbalai, Henry Pahala Marbun, menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh stakeholder yang hadir menyamakan persepsi terkait pentingnya peran seluruh elemen dalam memerangi ancaman bahaya narkoba di Kota Tanjungbalai.
Baca juga: Bupati Pakpak Bharat Hadiri Pisah Sambut Dandim 0206/Dairi
Henry menyampaikan, setiap tahunnya BNN Kota Tanjungbalai terus berupaya menjalin hubungan dan meminta dukungan untuk menyelesaikan permasalahan narkoba di Kota Tanjungbalai.
“BNN tidak bisa bekerja sendiri, namun butuh dukungan dari semua pihak. Untuk itu, kegiatan ini bertujuan untuk menjalin sinergi dan menyusun langkah strategis dalam menciptakan Tanjungbalai sebagai kota yang tanggap dari ancaman bahaya narkoba,” ungkap Henry. (KRO/RD/HAM)







