RADARINDO.co.id – Tapsel : Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel), H Dolly Pasaribu, menginginkan agar kiranya laporan perkembangan atau penurunan angka stunting harus diterima secara “day by day” atau hari per hari. Maka, kepada jajarannya, ia meminta agar terkait stunting harus jadi fokus utama tanpa tinggalkan tanggungjawab masing-masing.
Baca juga : Bupati Tapsel Teken MoU dengan Yayasan Konservasi Cakrawala Indonesia
“Seluruh pemangku kepentingan harus aktif mulai dari Pemkab, Camat, Desa, dan Kelurahan untuk memiliki tanggungjawab bersama. Ini tidak lagi menjadi persoalan kecil, tetapi menyangkut keluarga kita,” ujar Bupati melalui zoom meeting saat hadiri rapat dengan Menteri Koordinasi Bidang Kemaritiman dan Investasi Indonesia serta Mendagri bersamaan sebagai pemateri dalam peluncuran Dokumen Strategi Nasional Pengelolaan Lahan Basah bersama Kementerian Bappenas di Hotel Arya Duta Jakarta, baru-baru ini.
Dengan demikian, lanjut Bupati, mulai dari masyarakat yang mau menikah, ibu hamil, persalinan, bayi yang baru lahir, hingga usia seribu hari harus menjadi perhatian semua pihak. Dia berharap, dengan adanya kegiatan ini para perangkat daerah/desa bisa terjemahkan serta memberi informasi bagi masyarakat.
“Begitu juga dengan PKK bisa memberikan program yang meningkatkan kualitas anak-anak Tapsel,” tegas Bupati.
Baca juga : Bupati Tapsel Jadi Pembicara Peluncuran Dokumen STRANAS
Sementara, Pj Sekretaris Daerah (Sekda), M Frananda mengatakan, dalam permasalahan mengenai stunting ditekankan bahwa penanganan pertama adalah persamaan persepsi. Di sisi lain juga Presiden di setiap kesempatan menekankan terkait bonus demografi.
Sedangkan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Tapsel Ny. Rosalina Dolly Pasaribu menjelaskan bahwa stunting bukan penyakit yang menular, akan tetapi disebabkan kekurangan gizi kronis yang diderita anak sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan, perkembangan otak yang kurang maksimal, kemampuan mental serta belajar yang kurang. (KRO/RD/AMR)







