RADARINDO.co.id – Tapsel : Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel), H Dolly Pasaribu meneken Memorandum of Understanding (MoU) dengan Yayasan Konservasi Cakrawala Indonesia yang bertujuan untuk membangun kerjasama dalam pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan. Penekenan itu dilakukan pasca peluncuran Strategi Nasional Lahan Basah di ruang pertemuan Monas I Hotel Arya Duta Jakarta Pusat, baru-baru ini.
Baca juga : Bupati Tapsel Jadi Pembicara Peluncuran Dokumen STRANAS
Bupati mengatakan bahwa Kabupaten Tapanuli Selatan memiliki keinginan besar untuk memajukan sumber daya manusia yang beriringan dengan menciptakan sumber daya alam yang produktif dan lestari. Apalagi Kabupaten Tapsel memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi, termasuk di dalamnya daerah reservasi air pada kawasan Hutan Batang Toru.
“Di dalam Hutan Batang Toru ditemukan flora dan fauna yang cukup langka, seperti Orang Utan Tapanuli yang merupakan salah satu spesies dari genus Orang Utan. Kemudian Harimau Sumatera, Kantong Semar, hingga Bunga Bangkai Raksasa (Amorphophallus),” terang Bupati.
Menurutnya, pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan tentu dapat dicapai jika dikerjakan bersama-sama dengan berbagai pihak. Maka, pihaknya mengaku membutuhkan pakar dan pemerhati untuk membantu Kabupaten Tapsel kedepannya agar visi misi menjadikan masyarakat lebih sehat, cerdas, dan sejahtera bisa terwujud.
Penekenan MoU untuk empat tahun oleh Ketua Pengurus Yayasan Cakrawala Indonesia Meizani Irmadhiany, yang dihadiri perwakilan dari dinas-dinas terkait yang nantinya akan menindaklanjuti pelaksanaan MoU tersebut, juga bertujuan untuk mendukung pencapaian pembangunan berkelanjutan untuk konsumsi dan produksi yang bertanggungjawab.
Baca juga : Tapsel Salah Satu Daerah Percontohan Pelatihan Matematika Metode Gasing
“Kemudian, penanganan perubahan iklim, ekosistem lautan, ekosistem daratan, serta kemitraan untuk pencapaian tujuan di Kabupaten Tapsel. Ini diupayakan dapat berkontribusi dalam pengelolaan lanskap bernilai konservasi tinggi di Kabupaten Tapsel seluas 358,811.72 Ha,” jelasnya.
Selain bernilai konservasi tinggi karena keanekaragaman hayatinya, kata Bupati, bentang alam Tapsel juga menyediakan jasa ekosistem seluas 173.993 Ha bagi masyarakat di dalamnya, diantaranya sebagai penyedia air, pengendali banjir, hingga pencegah kebakaran hutan dan lahan. (KRO/RD/AMR)







