Jadi Relawan Pendidikan, INBI Hadir Melalui Program “Bimbel Panti”

RADARINDO.co.id – Medan : Insan Nasional Bestari Indonesia (INBI) merupakan sebuah organisasi sosial yang mendukung Social Development Goals (SDGs), khususnya pada poin pendidikan berkualitas.

Sejak didirikan pada Juni 2023, INBI telah memiliki 46 insan yang berkomitmen untuk berkontribusi terhadap masyarakat luas dan membawa perubahan yang baik. Berdirinya INBI berangkat dari kepedulian mahasiswa-mahasiswa pelopornya akan isu-isu sosial, khususnya kesetaraan dan kualitas Pendidikan di Indonesia.

Baca juga: Bentuk Nyata Peduli Sosial, INBI Gelar Kegiatan Sanubari

INBI sendiri diprakarsai oleh Raihan Jero Tampubolon dan Abdil Azis Nasution, mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sumatera Utara (USU), yang juga menjabat sebagai Presiden dan Menteri Departemen Pendidikan INBI saat ini.

Selama satu tahun masa aktifnya, INBI telah melaksanakan berbagai program kerja yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, salah satunya Bimbel Panti. Bimbel Panti merupakan kegiatan bimbingan pembelajaran yang secara rutin dilaksanakan oleh INBI, satu sampai dua kali seminggu untuk anak-anak panti asuhan.

Pada pelaksanaan perdananya, program Bimbel Panti sudah terlaksana di Panti Asuhan Rasa Peduli Bersama sejak November 2023 hingga April 2024. Pada periode ini, INBI melaksanakan Bimbel Panti di Panti Asuhan Agape Terehasan, Medan.

Pada program Bimbel Panti, INBI mengajarkan berbagai mata pelajaran pada anak-anak panti asuhan dengan metode yang menyenangkan dan interaktif, sehingga kegiatan ini sangat disenangi oleh anak-anak, bahkan menjadi agenda yang dinantikan oleh mereka.

Baca juga: Wacana Tapanuli Akan Bentuk Provinsi Baru di Sumatera Mencuat

Melalui Bimbel Panti, INBI telah mengajarkan ilmu dan pengetahuan baru pada puluhan anak, membangun kreativitas serta membangkitkan semangat belajar anak-anak panti asuhan.

“Mereka yang awalnya belum bisa membaca dan menulis, kini telah bisa. Mereka juga dapat menuangkan kreasinya dalam seni lukis dan mewarnai. Tak hanya itu, yang sebelumnya kesulitan berbahasa Inggris, saat ini jadi bisa belajar. INBI memberi teknik pembelajaran yang beda dengan di sekolah, kita berusaha belajar tetapi dengan keseruan, hal ini juga berdampak baik bagi kesehatan mental mereka,” ujar Jero. (KRO/RD/Tim)