Ragam  

Baru Usai Dikerjakan, Pelindung Tebing Sungai Senilai Rp40 Miliar Ambruk

RADARINDO.co.id – Jatim : Proyek pembangunan pelindung tebing Sungai Bengawan Solo di Desa Lebaksari dan Tanggungan, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur (Jatim), jadi soroton publik. Pasalnya, sepanjang 980 meter yang menelan anggaran hingga Rp40 miliar tersebut, kini telah ambruk.

Baca juga: Proyek Revitalisasi Danau Siombak Diduga Rugikan Negara

Padahal, proyek yang bersumber dari APBD Bojonegoro tersebut, baru selesai dikerjakan 27 Desember 2024 lalu. Artinya, pembangunan baru sekitar dua bulan selesai dikerjakan. Disinyalir, proyek puluhan miliar tersebut dikerjakan asal jadi.

Sekitar 250 meter kondisi material amblas dan sheet pile atau turap beton pracetak yang dipasang di bibir sungai sebagai dinding tebing ambruk ke dalam sungai bengawan solo. Terlihat, balok penopang yang menyambungkan tiang pancang dengan sheet pile dinding tebing juga banyak yang tercerabut dan patah.

Salah seorang warga Lebaksari bernama Kairi mengatakan, rusaknya bangunan tebing sungai tersebut sudah diketahui sejak bulan lalu sebelum adanya banjir. Kondisi bangunan saat itu terlihat sudah selesai dikerjakan dan celah dinding tebing sungai juga sudah ditimbun dengan material batu beronjong semua.

“Sebelum banjir kemarin itu sudah ada yang patah bangunannya, lalu datang banjir itu tambah jadi parah rusaknya, banyak yang ambruk,” kata Kairi, mengutip kompas, Jum’at (14/2/2025).

Sejumlah warga juga mengaku heran melihat bangunan tebing sungai yang baru saja dikerjakan dengan material beton pracetak yang kuat itu bisa ambruk. Bahkan, para pekerja yang mengerjakan proyek tersebut juga banyak warga dari luar Kabupaten Bojonegoro dan bukan warga sekitar.

“Saya ini bukan tukang yang pintar, tapi mungkin saja pengerjaannya ada yang kurang benar dan kurang pengawasan, kok bisa ambles dan temboknya ambrol gitu,” ujar warga yang mengaku bernama Edy.

Berdasarkan data dari Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), proyek pembangunan pelindung tebing sungai yang berada di Desa Lebaksari dan Desa Tanggungan Kecamatan Baureno ini memiliki panjang 980 meter dengan nilai pagu sebesar Rp40 miliar.

Baca juga: Tersangka Korupsi Impor Gula Dilimpahkan ke Kejari Jakpus

Pengerjaan proyek ini dimenangkan oleh PT Indopenta Bumi Permai yang beralamatkan di Jalan Jemursari VII/19 Surabaya dengan harga perkiraan sendiri (HPS) sebesar Rp39,6 miliar dan konsultan pengawasan CV Cipta Suramadu Konsultan. Proyek tersebut memiliki waktu pekerjaan selama 180 hari kalender mulai 1 Juli 2024 hingga 27 Desember 2024. (KRO/RD/KOMP)