Wagub Kalbar Sebut Pertamina “Terlibat” Kasus Oli Palsu

Ilustrasi

RADARINDO.co.id – Kalbar : Wakil Gubernur (Wagub) Kalimantan Barat (Kalbar), Krisantus Kurniawan menyebut, Pertamina turut “terlibat” dalam kasus dugaan peredaran oli palsu.

Diungkapkannya, peredaran oli palsu, yang sebagian besar bermerek Mesran Pertamina, telah lama merugikan masyarakat Kalimantan Barat. Menurut Krisantus Kurniawan, Pertamina tidak bisa lepas tangan dari masalah ini.

Baca juga: Komisaris Hingga Presdir BUMD Ditahan Kasus Korupsi Migas

“Hampir semua merek di gudang itu bertuliskan Pertamina, mulai dari Mesran, drum-drum juga bertuliskan Pertamina. Pertamina (Lubricant) bahkan pernah beraudiensi dengan saya. Saya sampai bilang, aneh kalian ini, seharusnya kalian laporkan. Jadi Pertamina dalam hal ini yang harus mendorong aparat kepolisian, karena nama mereka dirugikan dan jelas merugikan kredibilitas Pertamina. Kalau Pertamina diam terus, jelas Pertamina terlibat dong. Tulis saja besar-besar, Pak Wagub bilang,” tegas Krisantus, dalam pernyataannya yang dikutip, Selasa (23/9/2025).

Menurutnya, kasus ini sudah terlalu lama mengambang tanpa kejelasan. “Saya tentu ingin masalah ini segera dituntaskan oleh Polda Kalimantan Barat,” ujarnya.

Sebelumnya, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kalbar telah meningkatkan penanganan kasus dugaan tindak pidana perlindungan konsumen terkait oli palsu ke tahap penyidikan sejak 17 Agustus 2025.

Langkah ini ditandai dengan terbitnya Laporan Polisi LP/ B/193/VI/2025/SPKT.DITKRIMSUS/POLDA KALBAR tanggal 21 Juni 2025.

Penyidik juga telah melakukan pengecekan tempat kejadian perkara (TKP) di Kompleks Pergudangan Jalan Extrajoss No. B6, B7, dan D6, Kabupaten Kubu Raya.

Baca juga: DPRD Desak Pemko Realisasikan Rp250 Miliar untuk Benahi Medan Utara

Sejumlah drum pelumas telah disita, garis polisi dipasang, barang bukti dihitung, dan sampel oli diambil untuk pemeriksaan. Namun, hingga kini Polda Kalbar belum menetapkan satupun tersangka dalam kasus ini.

Kasus dugaan oli palsu ini sempat menjadi perbincangan hangat di masyarakat Kalbar karena produk dengan merek Pertamina diduga dipalsukan dalam jumlah besar.

Praktik tersebut bukan hanya merugikan konsumen, tetapi juga bisa merusak citra Pertamina sebagai perusahaan energi negara. (KRO/RD/Fk)