RADARINDO.co.id – Sulawesi : Tak terima gaji dipotong dan upah lembur tak dibayar, puluhan relawan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, “menyerbu” dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kelurahan Sombalabella, Kecamatan Pattallassang, Jum’at (24/10/2025).
Baca juga: Nginap di Hotel, Motor dan Ponsel Milik Perawat Digondol Pacar
Puluhan relawan tersebut marah dan mencari keberadaan kepala dapur yang diduga memotong gaji mereka. Mereka menuding Kepala Dapur SPPG Sombalabella, berinisial FR sebagai pihak yang bertanggungjawab atas pemotongan gaji dan keterlambatan pembayaran.
“Kami datang untuk mencari Kepala Dapur karena gaji kami selalu terlambat dan telah dua kali dilakukan pemotongan dan ini ulah Kepala Dapur karena dia yang tangani semua gaji kami,” kata Daeng Lebang, salah satu relawan, mengutip kompas, Sabtu (25/10/2025).
Berdasarkan informasi, para relawan awalnya dijanjikan upah bervariasi sesuai dengan peran mereka. Koordinator dapur dijanjikan mendapat upah Rp150.000 per hari, sementara relawan biasa seperti juru masak dan petugas pengantar MBG dijanjikan Rp130.000 per hari.
Namun, dalam praktiknya, mereka menerima jumlah yang lebih rendah dan mengaku tidak pernah mendapatkan bayaran lembur meski bekerja hingga malam hari.
“Gaji awal Rp150.000 untuk Koordinator Dapur tetapi yang kami terima cuma Rp130 ribu dan ini kami mau dipotong lagi jadi Rp120.000. Kalau gaji relawan biasa (juru masak dan petugas pengantar MBG) awalnya mereka menerima Rp120.000 dan ini mau dipotong lagi jadi Rp100.000 padahal janji awalnya Rp130.000 perhari,” ungkap Daeng Lebang.
Baca juga: Heni Mulyani Divonis 3 Tahun Kasus Korupsi Dana Desa Cikujang
Sementara itu, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Takalar, Maulana, mengaku telah menerima laporan dan akan menindaklanjuti keluhan para relawan. (KRO/RD/Komp)







