BUMN  

PTPN I Regional 2 Jadikan Rengganis Suspension Bridge Laboratorium Vokasi dan Eduwisata

RADARINDO.co.id – Bandung : Guna memperkuat fungsi sosial dan edukatif pada aset-aset strategis milik BUMN, PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) yang merupakan bagian dari Holding Perkebunan Nusantara (PTPN III Persero) menjadikan Rengganis Suspension Bridge (RSB) di Kawasan Kebun Teh Rancabali, Bandung, sebagai laboratorium nyata bagi pendidikan vokasi dan eduwisata.

Wahana wisata yang dikelola PTPN I Regional 2 bekerjasama dengan PT Prakarsa Mulia ini, tidak hanya menjadi magnet wisatawan, tetapi juga sarana pembelajaran bagi para siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dari berbagai daerah di Indonesia, khususnya jurusan pariwisata.

Baca juga: Massa: Tangkap Hakim yang Tangani Perkara Eks Bendahara PUPR Nisel

Rengganis Suspension Bridge memiliki karakteristik unik karena menggabungkan tantangan fisik dan mental, menjadikannya menarik sebagai media pembelajaran praktik.

Sejak dari proses antrean tiket, pemeriksaan fisik dan psikis, hingga penanganan kondisi darurat dan pelayanan pasca kunjungan, setiap prosedur mengandung nilai edukatif yang relevan dengan dunia pariwisata dan manajemen layanan.

General Manager Rengganis Suspension Bridge, Hendrik Afialwan, menyebut minat sekolah-sekolah untuk menjadikan RSB sebagai tempat PKL terus meningkat. Namun demikian, pihaknya harus membatasi jumlah peserta agar proses pembelajaran tetap efektif.

“Banyak sekali yang mengajukan proposal PKL, tapi kami harus membatasi jumlahnya agar pembelajaran tetap maksimal. Setiap siswa yang kami terima dibimbing secara intensif dan bergilir,” ujar Hendrik.

Direktur Utama PTPN I, Teddy Yunirman Danas, menegaskan bahwa inisiatif tersebut sejalan dengan visi perusahaan untuk tidak hanya berfokus pada agroindustri, tetapi juga berkontribusi terhadap pengembangan sumber daya manusia (SDM) melalui sektor agrowisata.

“PTPN I tidak hanya berfokus pada bisnis perkebunan, tetapi juga berperan dalam pembangunan manusia. Program PKL di Rengganis ini adalah investasi kami untuk masa depan Indonesia. Dengan memfasilitasi praktik langsung, kami memastikan siswa SMK memperoleh kompetensi yang relevan dan mampu bersaing secara global,” ujar Teddy Yunirman Danas.

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan PTPN I, Aris Handoyo, menambahkan bahwa wahana wisata ini menjadi contoh nyata sinergi antara bisnis dan fungsi sosial BUMN.

“Rengganis Suspension Bridge yang berada di area aset PTPN I Regional 2 kini berfungsi ganda, sebagai destinasi wisata unggulan sekaligus living laboratory bagi siswa-siswi SMK. Ini adalah cara konkret BUMN mengintegrasikan fungsi bisnis dengan tanggungjawab sosial untuk mencetak tenaga kerja terampil dan berintegritas,” jelas Aris Handoyo.

Sebagai bagian dari transformasi ekosistem bisnis Holding Perkebunan Nusantara (PTPN III Persero), PTPN I terus memperluas fungsi aset-aset agrowisatanya agar memberikan nilai tambah tidak hanya secara ekonomi, tetapi juga sosial dan edukatif.

Baca juga: Ribuan ASN Pemprov Sumut Terlibat Judol, Gubsu Jatuhkan Sanksi

“Program seperti ini merefleksikan semangat Creating Shared Value (CSV) yang menjadi prinsip pengelolaan di lingkungan Holding Perkebunan Nusantara. Kami mendorong setiap regional agar menjadi katalis pembangunan berkelanjutan di wilayah operasionalnya,” ujar perwakilan Holding PTPN III Persero dalam keterangan resmi secara tertulis diterima, Jum’at (31/10/2025).

Kedepan, PTPN I Regional 2 bersama PT Prakarsa Mulia akan terus memperluas kolaborasi pendidikan vokasi di kawasan agrowisata untuk mendukung peningkatan kualitas SDM sesuai kebutuhan industri pariwisata dan sektor perkebunan nasional. (KRO/RD/Red)